Melihat Peluang Calon Kapolri Pasca Pencopotan Dua Kapolda
Selasa, 17 November 2020 - 06:42 WIB
loading...
A
A
A
"Bahwa ada dua kapolda yang tidak menegakkan protokol kesehatan maka diberikan saksi berupa pencopotan yaitu Kapolda Metro Jaya, kedua Polda Jawa Barat,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Senin (16/11/2020).
Meski pencopotan dua Kapolda tersebut tidak terkait dengan isu pencalonan Kapolri, namun sejumlah pihak berusaha mengkait- kaitan isu tersebut. Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melihat pencopotan Nana ada kaitannya dengan pertarungan menuju Tri Brata 1 (TB1). (Baca Juga: Kapolri Mutasi 21 Pati Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Jadi Kadiv Propam)
"Bagian dari manuver persaingan dalam bursa calon Kapolri dimana Kapolda Metro sebagai salah satu calon kuat dari 'Geng Solo'. Kecerobohan itu dimanfaatkan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (16/11/2020).
Nama Nana memang digadang-gadang calon kuat Kapolri dari deretan jenderal bintang dua. Namun dengan munculnya kasus ini rekam jejak Nana sudah tercoreng. Dengan begitu, peluang jebolan Akademik Polisi (Akpol) 1988 itu akan kandas dengan sendirinya. (Baca Juga: Perintah Kapolri Tegas, Sikat Siapapun yang Melanggar Protokol Kesehatan)
Sebaliknya, calon Kapolri yang diprediksi akan naik daun dan berjalan mulus adalah Fadil Imran. Kapolda Jawa Timur itu kini diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Nana. Nama Fadil memang sempat digadang-gadang dalam bursa calon Kapolri.
Meski pencopotan dua Kapolda tersebut tidak terkait dengan isu pencalonan Kapolri, namun sejumlah pihak berusaha mengkait- kaitan isu tersebut. Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melihat pencopotan Nana ada kaitannya dengan pertarungan menuju Tri Brata 1 (TB1). (Baca Juga: Kapolri Mutasi 21 Pati Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo Jadi Kadiv Propam)
"Bagian dari manuver persaingan dalam bursa calon Kapolri dimana Kapolda Metro sebagai salah satu calon kuat dari 'Geng Solo'. Kecerobohan itu dimanfaatkan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (16/11/2020).
Nama Nana memang digadang-gadang calon kuat Kapolri dari deretan jenderal bintang dua. Namun dengan munculnya kasus ini rekam jejak Nana sudah tercoreng. Dengan begitu, peluang jebolan Akademik Polisi (Akpol) 1988 itu akan kandas dengan sendirinya. (Baca Juga: Perintah Kapolri Tegas, Sikat Siapapun yang Melanggar Protokol Kesehatan)
Sebaliknya, calon Kapolri yang diprediksi akan naik daun dan berjalan mulus adalah Fadil Imran. Kapolda Jawa Timur itu kini diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya menggantikan Nana. Nama Fadil memang sempat digadang-gadang dalam bursa calon Kapolri.

Lihat Juga :