Staf Khusus Milenial, Anak Muda Berprestasi yang Dinilai Salah Tempat

Kamis, 16 April 2020 - 10:46 WIB
loading...
Staf Khusus Milenial,...
Anak-anak muda yang ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Staf Khusus Presiden memperkenalkan diri di hadapan media, di Verranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 21 November 2020. Foto/Setkab
A A A
JAKARTA - Keberadaan Staf Khusus (Stafsus) Presiden Jokowi dari kalangan milenial dinilai perlu dievaluasi. Sejak diperkenalkan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada 21 November 2019, kinerja mereka dinilai belum terlihat.

"Staf Khusus Presiden milenial saat ini perlu dievaluasi keberadaannya. Kalau dilihat dari output kinerja memang belum terlihat apa yang mereka kerjakan dengan signifikan," ujar Arif kepada SINDOnews, Kamis (16/4/2020).

Salah satu pilihannya, kata dia, bisa memperkuat dengan mengganti para Stafsus Milenial itu. "Atau dihapus sekalian karena tidak jelas job desk-nya," ujarnya. (Baca juga: Keberadaan Staf Khusus Perlu Dihapus )

Adapun dorongan evaluasi itu muncul setelah Stafsus Presiden Jokowi bidang Ekonomi dan Keuangan, Andi Taufan Garuda Putra menjadi sorotan. Andi menggunakan kop surat Sekretariat Kabinet untuk kepentingan kerja sama perusahaannya, PT Amartha Mikro Fintek sebagai relawan virus Corona.

Surat Andi Taufan Garuda Putra itu sebelumnya dikirimkan ke semua camat di Indonesia. Namun, Andi sudah melayangkan permohonan maaf dan menarik kembali surat tersebut.

"Soal kesalahan Andi Taufan Garuda tentu menjadi pelajaran. Sebaiknya dia segera mundur saja dari Stafsus milenial karena kepercayaan publik sudah hilang," ujar Arif Nurul Imam.

Arif berpendapat, Stafsus milenial itu adalah anak-anak muda yang salah tempat. "Mereka sebetulnya anak-anak muda yang punya prestasi, tapi bukan di bidang politik," tutur Arif.

Menurut dia, cukup wajar jika kesalahan seperti penggunaan kop surat institusi akan terjadi karena inkompeten dan tak memiliki pengalaman soal tata kelola pemerintahan.

"Stafsus milenial seharusnya mereka anak-anak muda yang memiliki pengalaman sosial, advokasi masyarakat kecil dan berinteraksi dengan banyak kelompok masyarakat. Bukan sekadar jago bisnis yang orientasinya selalu profit," tuturnya.

Gaji para Stafsus Milenial sebesar Rp51 juta per bulan dari pajak rakyat pun dikritisi Arif. Gaji itu jauh lebih besar dari gaji menteri yang hanya mencapai Rp18,64 juta per bulan.

"Stafsus milenial saat ini juga hanya pemborosan uang rakyat karena tak memiliki dampak kinerja yang dirasakan oleh publik," kata Arif.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Presiden Yovie...
Stafsus Presiden Yovie Widianto: Musik Adalah Berkah, Bukan Sekadar Royalti
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Respons Mahfud MD soal...
Respons Mahfud MD soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jadi Presidennya Tetap Sah
KPK Periksa Eks Stafsus...
KPK Periksa Eks Stafsus Jokowi Arif Budimanta selama 10 Jam Sebagai Saksi Kasus LPEI
Jokowi Bersedia Jadi...
Jokowi Bersedia Jadi Dewan Pembina Rampai Nusantara
Prabowo Bangga Indonesia...
Prabowo Bangga Indonesia Pernah Dipimpin SBY dan Jokowi
Stafsus Kemenkumham:...
Stafsus Kemenkumham: Ada Antrean Panjang WNA Pingin Jadi WNI
PKKMB Universitas Primakara,...
PKKMB Universitas Primakara, Stafsus Presiden Yovie Widianto Bagikan Pesan Khusus ke Maba
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Rekomendasi
Simak jadwal Timnas...
Simak jadwal Timnas Futsal U-17 Indonesia di VI Nation U-17 Futsal Tournament 2026
Pasar Modal RI Terancam...
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta ke Frontier Market, MSCI Ultimatum hingga November 2026
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
Berita Terkini
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
KPK Cecar Anggota DPR...
KPK Cecar Anggota DPR Nabil Husein soal Aliran Uang Produksi Batu Bara
Pakar Nilai Penggeledahan...
Pakar Nilai Penggeledahan Roy Suryo dan Dokter Tifa Sudah Sesuai Aturan
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
Badan Gizi Nasional...
Badan Gizi Nasional dan Reduksi Orkestrasi Pemenuhan Gizi
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved