Habib Rizieq Diajak Gabung Partai Masyumi, Fadli Zon Sarankan Jangan
Kamis, 12 November 2020 - 19:10 WIB
loading...
Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menyarakan Habib Rizieq tidak bergabung dengan parpol manapun agar seluruh umat Islam merasa ikut memiliki. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Habib Rizieq Shihab mendapatkan ajakan terbuka untuk bergabung dengan Partai Masyumi. Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menyarakan agar Habib Rizieq mengabaikannya. Bukan bermaksud mengajak masuk Partai Gerindra, sebaliknya Fadli Zon berpendapat Habib Rizieq sebaiknya memang tidak bergabung atau terafiliasi partai politik manapun.
"Saya kira Habib Rizieq sebaiknya tidak ikut partai politik ya. Beliau ulama ketokohannya sudah diakui," kata Fadli kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).
(Baca: Fadli Zon Temui Habib Rizieq di Petamburan, Begini Isi Obrolannya)
Menurut Fadli, kuatnya ketokohan Habib Rizieq bisa dilihat dari banyaknya orang yang menjemputnya ketika kembali ke Indonesia dari Arab Saudi. Perlakuan itu bahkan tidak pernah diperoleh Soekarno dan Mohammad Hatta.
"Kan tidak ada tuh orang dalam sejarah Indonesia, bahkan Bung Karno dan Bung Hatta aja proklamator tidak dijemput seperti itu di bandara. Itu tidak ada pengerahan apalagi ada pengerahan. Artinya itu pengakuan de facto dari rakyat Indonesia dan umat Islam Indonesia," ungkapnya.
Di sisi lain, Fadli Zon meminta agar pihak-pihak lain jangan membuat kegaduhan baru dengan membawa-bawa Habib Rizieq. Akan lebih baik bekerja sama membangun Indonesia ke depan agar bisa lebih baik lagi.
"Jangan menimbulkan kegaduhan baru. Nanti cari upaya kriminalisasi dan sebagainya, lebih baik kita berkerja sama kedepan membangun untuk bangsa ini," tuturnya.
"Saya kira Habib Rizieq sebaiknya tidak ikut partai politik ya. Beliau ulama ketokohannya sudah diakui," kata Fadli kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).
(Baca: Fadli Zon Temui Habib Rizieq di Petamburan, Begini Isi Obrolannya)
Menurut Fadli, kuatnya ketokohan Habib Rizieq bisa dilihat dari banyaknya orang yang menjemputnya ketika kembali ke Indonesia dari Arab Saudi. Perlakuan itu bahkan tidak pernah diperoleh Soekarno dan Mohammad Hatta.
"Kan tidak ada tuh orang dalam sejarah Indonesia, bahkan Bung Karno dan Bung Hatta aja proklamator tidak dijemput seperti itu di bandara. Itu tidak ada pengerahan apalagi ada pengerahan. Artinya itu pengakuan de facto dari rakyat Indonesia dan umat Islam Indonesia," ungkapnya.
Di sisi lain, Fadli Zon meminta agar pihak-pihak lain jangan membuat kegaduhan baru dengan membawa-bawa Habib Rizieq. Akan lebih baik bekerja sama membangun Indonesia ke depan agar bisa lebih baik lagi.
"Jangan menimbulkan kegaduhan baru. Nanti cari upaya kriminalisasi dan sebagainya, lebih baik kita berkerja sama kedepan membangun untuk bangsa ini," tuturnya.
Lihat Juga :