Nuzulul Qur’an, Airlangga Sebut Pentingnya Spiritualitas Agama saat Pandemi
Sabtu, 09 Mei 2020 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
Berkaitan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, Cholil Nafis juga mengingatkan agar umat Islam membaca Al Qur’an bukan saja secara tekstual, tetapi juga kontekstual. “Mari kita membaca dari Al Qur’an yang sifatnya tekstual menjadi kontekstual. Bahkan mungkin ada yang baca secara substansial. Orang yang membaca tekstual terbawa teks-teks semata tanpa mengikuti perkembangan zaman,” sambung Cholil.
Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu juga menyampaikan bahwa di tengah musibah COVID-19, ada banyak hikmah. “Bapak ibu sekalian, ternyata Corona juga banyak hikmahnya. Kita bisa melihat tempat perjudian dan tempat pelacuran yang tak bisa kita bubarkan, ternyata dengan Corona bisa bubar”, lanjutnya.
Cholil juga menyampaikan rasa prihatinnya atas terjadinya penolakan korban jenazah Corona. Apalagi hal tersebut terjadi pada para dokter dan tenaga medis yang menurutnya adalah para pahlawan melawan Corona. “Para pahlawan kita, medis kita yang beriman kepada Allah, matinya mati syahid. Dijamin oleh Allah untuk mendapatkan surga. Maka sedih sekali kami ketika mendengar di daerah orang menolak jenazah orang yang meninggal terkena Corona. Padahal ini, matinya mati orang syahid”, jelas Cholil.
Sementara itu, Ketua Bidang Kerohanian DPP Partai Golkar sekaligus penyelenggara acara ini, Ace Hasan Syadzily, menegaskan apa yang disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, agar umat Islam selalu menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.
“Apa yang disampaikan oleh ketua umum kita yang memberikan arahan kepada bahwa kita senantiasa untuk selalu ingat kepada Allah selalu menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan selalu menjaga agar diri kita, keselamatan dan tetap berdoa kepada Allah,” kata Ace.
Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu juga menyampaikan bahwa di tengah musibah COVID-19, ada banyak hikmah. “Bapak ibu sekalian, ternyata Corona juga banyak hikmahnya. Kita bisa melihat tempat perjudian dan tempat pelacuran yang tak bisa kita bubarkan, ternyata dengan Corona bisa bubar”, lanjutnya.
Cholil juga menyampaikan rasa prihatinnya atas terjadinya penolakan korban jenazah Corona. Apalagi hal tersebut terjadi pada para dokter dan tenaga medis yang menurutnya adalah para pahlawan melawan Corona. “Para pahlawan kita, medis kita yang beriman kepada Allah, matinya mati syahid. Dijamin oleh Allah untuk mendapatkan surga. Maka sedih sekali kami ketika mendengar di daerah orang menolak jenazah orang yang meninggal terkena Corona. Padahal ini, matinya mati orang syahid”, jelas Cholil.
Sementara itu, Ketua Bidang Kerohanian DPP Partai Golkar sekaligus penyelenggara acara ini, Ace Hasan Syadzily, menegaskan apa yang disampaikan Ketua Umum Partai Golkar, agar umat Islam selalu menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.
“Apa yang disampaikan oleh ketua umum kita yang memberikan arahan kepada bahwa kita senantiasa untuk selalu ingat kepada Allah selalu menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan selalu menjaga agar diri kita, keselamatan dan tetap berdoa kepada Allah,” kata Ace.
(cip)
Lihat Juga :