Nuzulul Qur’an, Airlangga Sebut Pentingnya Spiritualitas Agama saat Pandemi
Sabtu, 09 Mei 2020 - 23:46 WIB
loading...
Peringati malam Nuzulul Quran, Ketua Umum Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya spiritualitas agama di saat pandemi Corona. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - DPP Partai Golkar menggelar peringatan Nuzulul Qur’an secara online. Acara tersebut diikuti oleh seluruh pengurus DPP Partai Golkar, anggota DPR Fraksi Partai Golkar dan ketua-ketua DPD Golkar se-Indonesia. (Baca juga: Peringati Nuzulul Qur’an, Menag: Momentum Perkuat Kepedulian)
Ketua Umum Airlangga Hartarto, dalam sambutannya mengutip surat Al Qur’an yang pertama kali turun tentang membaca (Iqra’). Menurut dia, membaca adalah hal terpenting yang menjadi dasar setiap aktivitas manusia. “Saya ingin memulai sambutan dengan menyitir lima ayat dalam Surah Al-Alaq, yang merupakan surat yang memiliki makna mendalam. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa surat inilah yang pertama kali diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad”, kata Airlangga, Sabtu (9/5/2020) malam. (Baca juga: 3 Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadhan)
Ayat pertama, kata Airlangga, memerintahkan umat manusia agar membaca atau iqra’. Dalam ayat tersebut, secara tegas Allah memerintahkan melalui Nabi Muhammad SAW agar kita memulai sesuatu dengan membaca. ”Perintah yang terkandung dalam ayat yang pertama turun itu menunjukkan bahwa membaca adalah aktivitas yang mendasari proses pembangunan masyarakat berpengetahuan dan sekaligus menjadi berketuhanan. Aktivitas membaca juga merupakan awal aktivitas berhidup,” lanjut Airlangga. (Baca juga: Meraih Malam Lailatulkadar)
Airlangga juga menyebut Islam telah melahirkan kekayaan intelektual yang sangat berharga bagi perkembangan zaman. “Perdaban Islam sejatinya adalah peradaban ilmiah. Yaitu sebuah peradaban yang syarat dengan pemikiran intelektual, inovasi teknologi, serta pengabdian kemanusiaan dan kemasyarakatan,” katanya.
Di zaman keemasan Islam, di abad-abad pertengahan pemikiran Islam telah menghasilkan karya ilmu pengetahuan yang tinggi dan berkembang hingga saat ini. Berbagai penemuan, pengembangan astronomi, matematika, kedokteran dan seni budaya adalah bagian dari karya intelektual kaum muslim.
Menteri Koordinator Perekonomian itu juga menyinggung musibah COVID-19 yang melanda Indonesia saat ini. Dia mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan Ramadhan untuk berdoa agar wabah pandemik ini segera berlalu. “Saatnya kita gunakan momentum puasa Ramadhan di tengah pandemi Corona ini untuk berdoa agar bangsa kita dapat melalui musibah dengan sesegera mungkin. Agar kita dapat beraktivitas seperti semula membangun bangsa dan berkarya untuk kemajuan bangsa kita”, katanya.
Acara peringatan Nuzulul Qur’an DPP Partai Golkar menghadirkan KH. Cholil Nafis sebagai penceramah. Dalam ceramahnya, dia mengingatkan, bahwa puasa tidak sekedar menahan laparnya perut. “Belajar berpuasa, belajar mengendalikan perut. Kalau perut sudah bisa dikendalikan maka yang di bawah perut bisa dikendalikan di atas perut hati bisa dikendalikan, otak pun bisa dikendalikan”, kata Cholil Nafis.
Ketua Umum Airlangga Hartarto, dalam sambutannya mengutip surat Al Qur’an yang pertama kali turun tentang membaca (Iqra’). Menurut dia, membaca adalah hal terpenting yang menjadi dasar setiap aktivitas manusia. “Saya ingin memulai sambutan dengan menyitir lima ayat dalam Surah Al-Alaq, yang merupakan surat yang memiliki makna mendalam. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa surat inilah yang pertama kali diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad”, kata Airlangga, Sabtu (9/5/2020) malam. (Baca juga: 3 Waktu Terkabulnya Doa di Bulan Ramadhan)
Ayat pertama, kata Airlangga, memerintahkan umat manusia agar membaca atau iqra’. Dalam ayat tersebut, secara tegas Allah memerintahkan melalui Nabi Muhammad SAW agar kita memulai sesuatu dengan membaca. ”Perintah yang terkandung dalam ayat yang pertama turun itu menunjukkan bahwa membaca adalah aktivitas yang mendasari proses pembangunan masyarakat berpengetahuan dan sekaligus menjadi berketuhanan. Aktivitas membaca juga merupakan awal aktivitas berhidup,” lanjut Airlangga. (Baca juga: Meraih Malam Lailatulkadar)
Airlangga juga menyebut Islam telah melahirkan kekayaan intelektual yang sangat berharga bagi perkembangan zaman. “Perdaban Islam sejatinya adalah peradaban ilmiah. Yaitu sebuah peradaban yang syarat dengan pemikiran intelektual, inovasi teknologi, serta pengabdian kemanusiaan dan kemasyarakatan,” katanya.
Di zaman keemasan Islam, di abad-abad pertengahan pemikiran Islam telah menghasilkan karya ilmu pengetahuan yang tinggi dan berkembang hingga saat ini. Berbagai penemuan, pengembangan astronomi, matematika, kedokteran dan seni budaya adalah bagian dari karya intelektual kaum muslim.
Menteri Koordinator Perekonomian itu juga menyinggung musibah COVID-19 yang melanda Indonesia saat ini. Dia mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan Ramadhan untuk berdoa agar wabah pandemik ini segera berlalu. “Saatnya kita gunakan momentum puasa Ramadhan di tengah pandemi Corona ini untuk berdoa agar bangsa kita dapat melalui musibah dengan sesegera mungkin. Agar kita dapat beraktivitas seperti semula membangun bangsa dan berkarya untuk kemajuan bangsa kita”, katanya.
Acara peringatan Nuzulul Qur’an DPP Partai Golkar menghadirkan KH. Cholil Nafis sebagai penceramah. Dalam ceramahnya, dia mengingatkan, bahwa puasa tidak sekedar menahan laparnya perut. “Belajar berpuasa, belajar mengendalikan perut. Kalau perut sudah bisa dikendalikan maka yang di bawah perut bisa dikendalikan di atas perut hati bisa dikendalikan, otak pun bisa dikendalikan”, kata Cholil Nafis.
Lihat Juga :