Buka Gelaran CJIBF 2020, Ganjar Ajak Pengusaha Berinvestasi ke Jateng

Rabu, 11 November 2020 - 19:10 WIB
loading...
Buka Gelaran CJIBF 2020,...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan pada gelaran CJIBF di Gumaya Tower Hotel, Rabu (11/11/2020). FOTO : Istimewa.
A A A
SEMARANG - Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2020 resmi dibuka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara daring, Rabu (11/11/2020). Pandemi Covid-19 tak menyurutkan sektor investasi di Jawa Tengah untuk tancap gas dengan berbagai kemudahan perizinan dan infrastruktur.

"Saya mengajak orang berinvestasi ke Jawa Tengah. Orang berbisnis itu mencari tempat gampang dan itu ada di kawasan (industri). Mereka datang semua (perizinan) sudah disiapkan," kata Ganjar usai membuka gelaran CJIBF di Gumaya Tower Hotel.

Ia mengatakan, kawasan-kawasan industri di Jawa Tengah menawarkan beberapa kemudahan. Seperti Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK),yang ada di Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru dan Tanjung Emas Export Zones (TEPZ) serta Kawasan Industri Jatengland di Demak.

Selain itu ada dua kawasan industri, yang rencananya dipersiapkan. Pertama Kawasan Industri Aviarna di Kota Semarang dan Kawasan Industri Batang. "Selain itu (kawasan industri) juga kondusifitas wilayah. Terimakasih kemarin kawan-kawan buruh sudah tertib, pengusaha kita bisa ngobrol meskipun tak bisa bulat. Inilah kondusifitas wilayah menjadi penting," ungkapnya.

Tercatat, sampai Triwulan ke III 2020, realisasi investasi di Jateng telah melebihi target BKPM sebesar Rp 37,53 triliun atau 139 persen dari target Rp 26,99 triliun.

Pada acara tersebut, dilakukan pula penandatanganan empat Letter of Intent kepeminatan investasi, dengan perkiraan nilai sebesar Rp 980 miliar. Tiga di antaranya menanamkan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus di Kendal dan satu di Kabupaten Tegal.

Ganjar menambahkan, sektor pariwisata dan Usaha Kecil Menengah (UKM) juga perlu diperhitungkan. Pemerintah Provinsi Jateng telah melakukan pendampingan dan melakukan koordinasi, agar bisa memenuhi spesifikasi industri besar. "Investasi kita genjot agar economic recovery bisa berjalan. Kita tidak bisa kita menunggu insentif yang kita berikan terus diam. Dengan model OSS (Online Single Submissions) harapan kita tak akan berbelit. Kalau orang bisa masuk ke sana tim kita yang akan bereskan ke sana, " imbuhnya.

Selain itu, ditawarkan 76 peluang investasi yang tersebar di kabupaten atau kota di Jateng. Dari jumlah itu, sepuluh di antaranya adalah Investment Project Ready to Offer, seperti pembangunan listrik minihidro di Banyumas, pembangunan sentra industri perikanan di Pati dan pembangunan Jurug Theme Zoo di Surakarta.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyambut positif CJIBF 2020. Menurutnya, Jawa Tengah menjadi salah satu primadona investasi. "Saya punya keyakinan, ke depan Jawa Tengah adalah provinsi yang mendapat limpahan investasi baik PMA maupun PMDN," paparnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut, pemulihan pertumbuhan ekonomi di Jateng telah pulih mulai pada triwulan III 2020. Tercatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,93persen (yoy) atau 4,66 persen (qtq).

Head of Sales and Marketing PT Kawasan Industri Kendal (KIK) Juliani Kusumaningrum mengatakan, iklim investasi di Jawa Tengah sangat kondusif. Hal itu ditopang dengan kemudahan perizinan dan infrastruktur. "Kedekatan dengan trans Java Toll Road sangat dekat, kemudian ada rencana pembangunan Kendal International Seaport. Kemudian UMR kalau kita bandingkan dengan Jabar atau Jatim itu efisiensinya 100 persen," kata Juliani

Selain itu,dengan ditetapkannya KIK sebagai kawasan ekonomi khusus maka ada kebijakan perpajakan bagi pelaku investasi di kawasan itu. Di masa Pandemi Covid-19 ada lima penanaman investasi di KIK.

Perwakilan PT Roda Maju Bahagia Hendra menyebut, faktor upah dan infrastruktur menjadi salah satu alasan menanam modal di Jateng. "Infrastruktur bagus, pelabuhan juga mau dibangun, airport juga. Selain itu kita mau membesarkan di wilayah timur, jadi kita di Jawa Tengah lebih pas," ujarnya.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Titik Baru Investasi...
Titik Baru Investasi Sumatera Selatan, Banyuasin!
Mendagri Perintahkan...
Mendagri Perintahkan Gubernur Gratiskan Pajak Kendaraan Listrik
Power Asymmetry: Ancaman...
Power Asymmetry: Ancaman Tersembunyi bagi Iklim Investasi Nasional
Prabowo: Saya akan Investasi...
Prabowo: Saya akan Investasi Besar-besaran di Bidang Pendidikan untuk Masa Depan Bangsa
Said Iqbal Blak-blakan...
Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Rekomendasi
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
Berita Terkini
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved