Sistem Ijon Menjadi Penyebab Terjadinya Perbudakan Modern

Selasa, 10 November 2020 - 15:18 WIB
loading...
Sistem Ijon Menjadi...
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan perbudakan modern yang banyak menimpa ABK asal Indonesia di kapal-kapal asing terjadi akibat sistem ijon. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) menyoroti praktik perbudakan modern, yang jamak terjadi sektor perikanan, baik dalam maupun luar negeri.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan praktek perbudakan modern sebenarnya tidak hanya terjadi pada industri perikanan, tetapi di sektor usaha lainnya. Beberapa waktu lalu, Indonesia bahkan dunia dihebohkan dengan pelarungan jenazah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia dari atas kapal berbendera China.

Jika ditilik lebih jauh, para ABK itu mengalami eksploitasi kerja, mulai dari waktu kerja yang melebihi batas hingga gaji yang tidak berikan. Praktik perbudakan juga pernah terjadi di Benjina, Kabupaten Tual, Maluku. “Orang-orang luar yang mengalami perbudakan,” ujar Ahmad Taufan dalam diskusi daring dengan tema “Kajian HAM Tentang Perbudakan Modern di Indonesia”, Selasa (10/11/2020).

(Baca: Kasus ABK Dilarung di Somalia, Polisi Tetapkan 2 Tersangka dari Perusahaan Agensi)

Dia menuturkan sejak tahun 1990, dirinya telah membahas isu perbudakan modern. Ada banyak faktor yang menyebabkan masyarakat terjebak dalam perbudakan modern, seperti keterpaksaan dan sistem ijon.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Yusril: Fungsi Pengawasan...
Yusril: Fungsi Pengawasan dan Penegakan Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
Roy Suryo dan dr Tifa...
Roy Suryo dan dr Tifa Layangkan Surat ke Komnas HAM Senin, Ini Isinya
Komnas HAM: Penyerang...
Komnas HAM: Penyerang Andrie Yunus Pakai Identitas Anak-anak hingga Lansia untuk Samarkan Jejak
Komnas HAM Ungkap 5...
Komnas HAM Ungkap 5 Pelanggaran HAM Aparat Negara di Kasus Andrie Yunus
Komnas HAM: Serangan...
Komnas HAM: Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Terkoordinasi
Viral Kapal Tanker Pertamina...
Viral Kapal Tanker Pertamina Didominasi Pekerja India, Begini Penjelasan PIS
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Guru Tewas Diserang...
Guru Tewas Diserang KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan
Rekomendasi
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
Emil Audero Minta Timnas...
Emil Audero Minta Timnas Indonesia Tak Cepat Puas Usai Kalahkan Oman
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
6 Jenderal Ditunjuk...
6 Jenderal Ditunjuk Menjadi Pangdam di Kodam Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved