Ledakan Covid-19 di Eropa-AS Jadi Pelajaran
Selasa, 10 November 2020 - 05:35 WIB
loading...
A
A
A
Tak sekadar langkah-langkah teknis penanganan yang kian berat, masalah serius yang bakal dihadapi bangsa ini adalah makin lemahnya membangun semangat bersama. Dokter, perawat, tenaga medis, maupun relawan-relawan yang siang-malam bekerja menjadi kian putus asa. Mereka seolah tak memiliki harapan lantaran korona menjadi kian tak berujung. Pengetatan kembali sejumlah kota di Eropa maupun ke depan di AS harus menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Pada saat korona nyatanya belum terkendali, semua pihak harus memiliki kesadaran kuat untuk tidak lengah dengan ancaman virus yang disebut-sebut berawal dari Kota Wuhan, China tersebut. Eropa dan AS yang relatif maju dan terbiasa hidup disiplin begitu mudah rapuh menghadapi virus ini, lantas bagaimana dengan masyarakat Indonesia yang cenderung abai dan senang berkumpul?
Akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai 440.569 setelah mendapat tambahan kasus baru sebanyak 2.853 kemarin. Masih ada enam provinsi yang relatif tinggi penambahan kasusnya karena di atas 100 orang/hari, yakni di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jabar Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Banten. Seperti di Eropa dan AS, pendidikan penduduk di sejumlah provinsi tersebut tergolong lebih maju dibandingkan provinsi yang lain. Namun, modal itu belum cukup untuk menjamin hukum bahwa korona akan hilang di tempat orang yang berpendidikan tinggi. Sebabnya, kadang kala semakin orang berpendidikan justru mudah untuk menyepelekan.
Semua memahami bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) secara ketat yang selama ini diberlakukan layaknya lockdown di Eropa dan AS membuat aktivitas serba tak leluasa. Dampak ekonomi pun kian luas. Maka itu, jika tak ingin ada pengekangan, saatnya semua meneguhkan komitmennya untuk tidak bertindak sewenang-wenang, apalagi dengan dalih kebebasan.
Akumulasi kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai 440.569 setelah mendapat tambahan kasus baru sebanyak 2.853 kemarin. Masih ada enam provinsi yang relatif tinggi penambahan kasusnya karena di atas 100 orang/hari, yakni di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jabar Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, dan Banten. Seperti di Eropa dan AS, pendidikan penduduk di sejumlah provinsi tersebut tergolong lebih maju dibandingkan provinsi yang lain. Namun, modal itu belum cukup untuk menjamin hukum bahwa korona akan hilang di tempat orang yang berpendidikan tinggi. Sebabnya, kadang kala semakin orang berpendidikan justru mudah untuk menyepelekan.
Semua memahami bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) secara ketat yang selama ini diberlakukan layaknya lockdown di Eropa dan AS membuat aktivitas serba tak leluasa. Dampak ekonomi pun kian luas. Maka itu, jika tak ingin ada pengekangan, saatnya semua meneguhkan komitmennya untuk tidak bertindak sewenang-wenang, apalagi dengan dalih kebebasan.
(bmm)
Lihat Juga :