Aktivitas Sosial dan Ekonomi Dibuka, Pakar Epidemiologi: Yang Menentukan Bukan Ekonom
Sabtu, 09 Mei 2020 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
“Sama saja membunuh sebagian masyarakat yang tidak tahan terhadap virus ini. Sudah banyak kemarin yang masuk rumah sakit. Menterinya saja masuk rumah sakit,” jelasnya.
Pembukaan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada indikator yang harus dipenuhi, seperti penurunan kasus positif COVID-19 yang drastis dalam dua minggu. “Jadi yang menentukan epidemiologi bukan ekonom,” ucapnya.
Pakar Epidemiologi lainnya, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan penting melakukan survei atau tes massal pada tempat-tempat yang biasa menjadi titik kerumunan masyarakat, seperti pasar. Dia menyebut dengan jumlah orang positif di atas 300 per hari itu artinya belum ada penurunan.
Dia menjelaskan penderita COVID-19 tetap harus diisolasi di rumah agar tidak menularkan ke yang lain. Untuk yang gejala berat di rumah sakit. Tri Yunis menuturkan jika dilakukan pembukaan, orang yang keluar rumah harus menggunakan masker. “Yang kasus (positif) tidak boleh keluar. Yang sehat saja yang boleh keluar,” pungkasnya.
Pembukaan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada indikator yang harus dipenuhi, seperti penurunan kasus positif COVID-19 yang drastis dalam dua minggu. “Jadi yang menentukan epidemiologi bukan ekonom,” ucapnya.
Pakar Epidemiologi lainnya, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan penting melakukan survei atau tes massal pada tempat-tempat yang biasa menjadi titik kerumunan masyarakat, seperti pasar. Dia menyebut dengan jumlah orang positif di atas 300 per hari itu artinya belum ada penurunan.
Dia menjelaskan penderita COVID-19 tetap harus diisolasi di rumah agar tidak menularkan ke yang lain. Untuk yang gejala berat di rumah sakit. Tri Yunis menuturkan jika dilakukan pembukaan, orang yang keluar rumah harus menggunakan masker. “Yang kasus (positif) tidak boleh keluar. Yang sehat saja yang boleh keluar,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :