Masyumi 'Reborn' Diminta Belajar dari Sejarah Masa Lalu
Senin, 09 November 2020 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
"Kansnya tetap ada, namun harus mampu bersaing dengan partai-partai yang sudah ada saat ini," jelasnya.
Namun begitu, Ujang mengatakan, untuk menjadi besar sulit. Masyumi harus bisa bersaing dengan partai lain, khususnya partai yang sudah mapan dan partai-partai baru. Apalagi ceruk pemilih sudah dikuasai partai nasionalis, sementara ceruk pemilih islam sudah terbagi-bagi.
Di sisi lain, romantisme kejayaan Masyumi masa lalu itu sulit terwujud jika cara pandangnya masih seperti dulu. Cara pandang saat ini adalah cara pandang milenial. Sehingga, cara pandang masa lalu harus disenergikan dengan cara pandang kekinian.
"Terkait kans pada Pileg 2024 peluang itu terbuka, namun harus melewati verifikasi partai politik untuk menjadi peserta pemilu dan itu tak mudah. Kans ada. Tapi harus berkuang keras," pungkas dia.
Namun begitu, Ujang mengatakan, untuk menjadi besar sulit. Masyumi harus bisa bersaing dengan partai lain, khususnya partai yang sudah mapan dan partai-partai baru. Apalagi ceruk pemilih sudah dikuasai partai nasionalis, sementara ceruk pemilih islam sudah terbagi-bagi.
Di sisi lain, romantisme kejayaan Masyumi masa lalu itu sulit terwujud jika cara pandangnya masih seperti dulu. Cara pandang saat ini adalah cara pandang milenial. Sehingga, cara pandang masa lalu harus disenergikan dengan cara pandang kekinian.
"Terkait kans pada Pileg 2024 peluang itu terbuka, namun harus melewati verifikasi partai politik untuk menjadi peserta pemilu dan itu tak mudah. Kans ada. Tapi harus berkuang keras," pungkas dia.
(maf)
Lihat Juga :