Anggota DPD Minta Pemerintah Perbaiki Komunikasi Publik Terkait Covid-19

Sabtu, 09 Mei 2020 - 11:49 WIB
loading...
Anggota DPD Minta Pemerintah...
Pelaksanaan swab test atau uji usap di Stasiun Bekasi, Jawa Barat. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Komunikasi publik pemerintah kerap disorot dalam masa penanganan pandemi Covid-19. Perlu perbaikan yang komprehensif agar masyarakat tidak bingung.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Fahira Idris menyebut persoalan komunikasi muncul sejak kasus positif pertama ditemukan di Depok, Jawa Barat. Padahal, informasi yang disampaikan pemerintah sebagai pemangku kebijakan sangat penting untuk pedoman dan panduan bagi masyarakat.

Aturan dan kebijakan yang dikeluarkan seharusnya bisa dikomunikasikan dengan baik. Ini menghindari terjadi bias, multitafsir, atau ditafsirkan berbeda-beda. Beberapa kementerian dan pejabat saling ralat kebijakan dan pernyataan. "Semua informasi, kebijakan, dan tindakan penanggulangan Covid-19 harus terukur dan tepat sehingga publik merasa tenang dan terlindungi. Hemat saya, komunikasi publik Pemerintah soal penanggulangan Covid-19 perlu terus diperbaiki," ujar Fahira dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Sabtu (9/5/2020).

Komunikasi yang cepat dan tepat diawali berbagai kebijakan penanggulangan yang efektif, efisien, dan tidak saling menegasikan antarsatu kebijakan dengan yang lainnya. Komunikasi pemerintah pusat, daerah, dan stakeholder, bukan lagi terjalin erat, tapi harus saling berkolaborasi.

"Sehingga saat ada sebuah kebijakan baru yang masih ada kaitan penanggulangan Covid-19, tidak terjadi perbedaan pendapat. Apalagi saling bantah antarinstansi terkait. Semua kebijakan dan informasi yang dikeluarkan wajib dikoordinasikan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," tuturnya. (Baca juga: Pusat Minta Daerah Segera Setor Data Penerima Bansos ).

Aturan, kebijakan, dan pernyataan pejabat publik masih kerap saling bertentangan. Presiden Joko Widodo pernah menyebutkan mudik dan pulang kampung itu berbeda. Terbaru, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan membuka lagi semua moda transportasi umum. Padahal, sebelumnya sudah dilarang untuk mencegah pergerakan orang. "Ternyata membuat bingung pemerintah daerah, terutama yang sedang menerapkan PSBB," ucap Fahira.

Selevel kepala daerah saja kebingungan dengan kebijakan pusat yang kerap berubah-ubah apalagi masyarakatnya. Fahira menyarankan, kebijakan apa pun tentang penanggulangan Covid-19 diserahkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Sebelum sebuah kebijakan disampaikan ke publik harus ada prakondisi untuk menyamakan persepsi antarinstansi dan pemerintah daerah. Merekalah pelaksana dan penanggung jawab PSBB," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Eks Mensos Juliari Batubara...
Eks Mensos Juliari Batubara Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bansos Presiden 2020
Kasus APD Covid-19,...
Kasus APD Covid-19, KPK Ajukan Banding atas Vonis 3 Tahun Eks Pejabat Kemenkes
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Korupsi APD Covid-19,...
Kasus Korupsi APD Covid-19, Mantan Pejabat Kemenkes Divonis 3 Tahun Penjara
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved