Menkes Terawan Paparkan Pengalaman Indonesia Tangani Covid-19 di Forum WHO

Jum'at, 06 November 2020 - 19:53 WIB
loading...
Menkes Terawan Paparkan...
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat menyampaikan pidatonya di forum WHO secara virtual, Jumat (6/11/2020). Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Beberapa negara menyampaikan pengalamannya dalam menangani Covid-19 dalam konferensi pers yang diselenggarakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (6/11/2020).

Tiga negara yang menyampaikan pengalamannya dalam forum itu adalah Indonesia, Afrika Selatan dan Thailand. Negara ini diundang karena dianggap sukses dalam menerapkan IAR atau Intra-Action Review. IAR merupakan perencanaan kegiatan negara dalam menanggulangi Pandemi Covid-19, yang kemudian direview WHO. IAR diterbitkan WHO pada 23 Juli 2020. (Baca juga: WHO Undang Menkes Terawan Bahas Penanganan Covid-19 di Indonesia)

Menteri Kesehatan Indonesia Terawan Agus Putranto mengatakan, kunci penanganan Covid-19 adalah partisipasif aktif berbagai pemangku kepentingan. Meski begitu Menkes mengakui, bukan tugas yang mudah untuk menghadirkan perwakilan 138 pemangku kepentingan multisektoral untuk melakukan review terhadap kegiatan penanggulangan Covid-19 yang ada di Indonesia. (Baca juga: Update Covid-19, Positif 429.574 Orang, 360.705 Sembuh dan 14.442 Meninggal)

Menurut Menkes, pelaksanaan IAR di Indonesia mencakup sembilan pilar utama penanggulangan Covid-19, Yakni, (1) komando dan koordinasi; (2) komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat; (3) pengawasan, tim respons cepat, dan investigasi kasus; (4) titik masuk, perjalanan internasional, dan transportasi; (5) laboratorium; (6) pengendalian infeksi; (7) manajemen kasus; (8) dukungan operasional dan logistik; dan (9) memelihara layanan dan sistem kesehatan penting. (Baca juga: Izin Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Wajib Pertimbangkan Tiga Hal Ini)

Sementara itu Menteri Kesehatan Afrika Selatan Zweli Mkhize mengatakan, IAR telah banyak membantu untuk membuat perencanaan dalam mewaspadai adanya cluster baru Covid19 dan diharapkan beberapa waktu ke depan. Meski begitu menurut Zweli, negaranya tetap dalam kewaspadaan tinggi atas penyebaran pandemi ini. Yang jelas, lanjut dia, Afsel selalu belajar dari negara lain yang lebih dulu berpengalaman dalam menghadapi Covid-19, dan bersiaga untuk kemungkinan kembali mewabahnya Covid-19. Untuk itu, dia mengatakan, Afsel saat ini telah memiliki sistem peringatan dini untuk mendeteksi berkembangnya cluster baru. “Kami telah mengembankan rencana aksi nasional untuk mengurangi Covid bangkit kembali,” tegas Zweli.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan, saat ini negaranya terus mengembangkan sistem data terintegrasi untuk mengelola dan memastikan keamanan kesehatan bagi setiap orang. Menurut dia, sistem dengan kapasitas pendeteksian kasus yang dibarengi dengan peningkatan efisiensi sistem operasi darurat dapat mengurangi penyebaran Covid-19. “Kami mencari dan menyimpulkan semua informasi mengenai Covid semaksimal mungkin,” tegas dia.

WHO dalam pernyataanya, seperti dalam undangan ke Menkes menyebut, saat ini dunia dihadapkan pada tantangan pengelolaan risiko kesehatan dan dampak pada semua aspek kedaruratan di dunia yang saling terhubung, terkait penyebaran Covid-19 ini. Semua negara, terlepas dari tingkat pendapatan atau perkembangannya, sebut WHO, kini menghadapi risiko sistemik wabah penyakit yang muncul dan muncul kembali, dengan potensi dampaknya terhadap kesehatan dan sosial ekonomi.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
BPOM dan WHO Perkuat...
BPOM dan WHO Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Poltekkes Kemenkes Jakarta...
Poltekkes Kemenkes Jakarta II Gandeng Daegu Health College, Resmikan Dental Work Station Modern
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Rekomendasi
Piala Dunia 2026 Masuk...
Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Berita Terkini
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved