Tokoh Papua dan Pengamat Nilai Otsus Jalan Terbaik

Jum'at, 06 November 2020 - 18:25 WIB
loading...
Tokoh Papua dan Pengamat...
Penerapan Otonomi Khusus (Otsus) oleh Pemerintah Indonesia di Papua dinilai merupakan jalan terbaik untuk membangun Papua, baik fisik maupun sumber daya manusianya. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penerapan Otonomi Khusus (Otsus) oleh Pemerintah Indonesia di Papua dinilai merupakan jalan terbaik untuk membangun Papua, baik fisik maupun sumber daya manusianya.

Otsus merupakan win-win solution sekaligus jalan menuju perubahan untuk Papua lebih baik. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Papua Thaha Alhamid, pakar politik lulusan Walden University Amerika Serikat Boni Hargens dan Direktur Eksekutif Indonesian Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo.

Thaha Al Hamid menegaskan, Otsus tidak perlu ditolak karena keberadaan Otsus telah dan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

Apalagi, lanjut dia, Otsus mengerjakan empat hal yang meliputi pengembangan pendidikan, kesehatan, ekonomi rakyat, dan infrastruktur.

”Otsus ini harus kita terima karena ini adalah jalan untuk sebuah perubahan ke depan, terutama untuk generasi muda. Ini adalah solusi politik bagi masyarakat Papua," tutur Thaha dalam keterangannya, Jumat (6/11/2020).

Menurut dia, Otsus tidak bermasalah sama sekali. Yang bermasalah adalah pelaksanaan dan pengelolaan Otsus. Karena itu, kata dia, yang perlu dilakukan ke depannya adalah memperbaiki pengelolaan Otsus agar lebih mensejahterakan rakyat Papua lagi.

"Atas dasar itu, yang perlu kita perbaiki adalah bagaimana memperbaiki pengelolaan dan pelaksanaannya agar masyarakat Papua lebih sejahtera. Biarkan Otsus yang sekarang ini jalan terus. Kita benahi pelaksanaan Otsus ke depan. Saya juga mengajak semua komunitas, seperti agama, gereja, mahasiswa, dan organisasi-organisasi masyarakat yang ada di Papua untuk memperkuat pengelolaan Otsus dengan benar dan tepat demi masa depan Papua dan Papua Barat," tuturnya. (Baca juga: Sekjen Dewan Papua Thaha Alhamid: Otsus Jalan Menuju Perubahan)

Senada dengan pendapat Thaha, pakar politik lulusan Walden University Amerika Serikat Boni Hargens menilai keberadaan Otsus harus tetap didukung. Menurut dia, Otsus merupakan jalan terbaik untuk membawa kesejahteraan rakyat Papua.

"Saya setuju dengan pandangan Pak Thaha. Otsus ini sangat sentral untuk kepentingan pembangunan masyarakat Papua. Ini bukti komitmen pemerintah yang konsisten dan tulus dalam memerdekakan rakyat Papua dari kemiskinan dan keterbelakangan," lanjutnya. (Baca juga: Menristek Siapkan Rp300 Miliar untuk Uji Klinis Vaksin Merah Putih ).

Namun, Boni memberikan catatan agar pengelolaan Otsus dan anggaran di Papua harus transparan dan perlu penegakan hukum yang tegas. Pasalnya, korupsi atau penyalahgunaan uang negara menjadi salah satu penyebab serius dalam reproduksi kemiskinan di tanah Papua.

"Hanya ada satu hal yang menjadi catatan penting dari saya, penegakan hukum harus jalan dengan tegas di Papua karena korupsi masih menjadi penyebab serius dalam reproduksi kemiskinan di sana. Pemerintah daerah mesti benar-benar menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Tanpa memerangi korupsi, Papua akan terus miskin karena elite daerah yang rakus," tuturnya.

Sementara Direktur Eksekutif IPI Karyono Wibowo menegaskan, tidak ada pilihan lain selain melanjutkan Otsus. Karyono mengingatkan masyarakat, khusus masyarakat Papua agar tidak terjebak dengan permainan politik segelintir pemain daerah yang mungkin punya korelasinya dengan oknum di pusat terkait Otsus ini.

"Tidak ada pilihan lain kecuali melanjutkan Otsus. Polemik soal otsus Papua selama ini hanya mainan politik segelintir pemain daerah yang mungkin punya korelasinya dengan oknum di pusat. Pemerintahan Pak Jokowi ini sangat peduli dengan kesejahteraan orang Papua dan itulah jalan menuju terciptanya integrasi sosial dan politik dalam kerangka NKRI," ujarnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Yorrys Raweyai Soroti...
Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus
Kritik dalam Film Pesta...
Kritik dalam Film Pesta Babi Jadi Bahan Evaluasi Pembangunan di Papua
Ketum Gerakan Cinta...
Ketum Gerakan Cinta Prabowo Sebut Film Pesta Babi Provokatif
Pemuda Bulan Bintang:...
Pemuda Bulan Bintang: Jika Anak Muda Sayang Papua, Mari Tonton Pesta Babi
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
Rekomendasi
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved