RI Konsisten Kembangkan Dialog dan Kolaborasi Diplomasi Internasional
Kamis, 05 November 2020 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Ada dua topik mengemuka yang dibahas para pembicara yaitu soal pemilihan presiden AS dan keamanan di Laut China Selatan. Menanggapi hal tersebut para pembicara sepakat bahwa siapapun presiden AS terpilih, Indonesia akan terus bekerjasama dan mempererat hubungan di semua aspek.
"Pada intinya kepentingan nasional yang menjadi inti dan didahulukan dalam diplomasi internasional. Jadi kita bekerja sama dengan siapa saja untuk mewujudkan kepentingan nasional dan menciptakan perdamaian dunia. Itu sikap kita sesuai dengan prinsip bebas aktif yang kita anut," kata Sekjen Partai Golkar, Lodewyk Paulus, Kamis (5/11/2020).
Sedangkan dalam keamanan Laut China Selatan, sudah jelas bahwa Indonesia sebagai negara terbesar dan pemimpin Masyarakat ASEAN di bidang keamanan dan politik menekankan kepatuhan terhadap kerangka internasional.
Salah satu kerangka yang harus dipatuhi oleh semua negara adalah Deklarasi UNCLOS yang mengatur batas wilayah laut sebuah negara. Dengan demikian setiap klaim negara-negara yang terlibat harus ditinjau dalam perspektif UNCLOS tersebut. Kepatuhan terhadap kerangka itu diyakini akan menciptakan perdamaian dan kestabilan di Laut China Selatan.
Konsep diplomasi multitrack juga diangkat dalam acara tersebut. Hal itu disuarakan oleh Ketua Balitbang Jerry Sambuaga dan anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono.
"Indonesia punya aturan yang memungkinkan semua pihak untuk melakukan hubungan luar negeri, tentu dengan Batasan aturan nasional. Tetapi pada intinya, semua pihak diberikan ruang untuk itu, termasuk partai politik," kata Jerry Sambuaga.
Pernyataan Jerry yang juga merupakan mantan anggota Komisi I itu diamini oleh Dave Laksono. Partai politik bisa turut mengembangkan hubungan yang mengangkat wacara dialog, perdamaian dan kemanusiaan serta kesejahteraan dengan mitra-mitra mereka di luar negeri.
"Pada intinya kepentingan nasional yang menjadi inti dan didahulukan dalam diplomasi internasional. Jadi kita bekerja sama dengan siapa saja untuk mewujudkan kepentingan nasional dan menciptakan perdamaian dunia. Itu sikap kita sesuai dengan prinsip bebas aktif yang kita anut," kata Sekjen Partai Golkar, Lodewyk Paulus, Kamis (5/11/2020).
Sedangkan dalam keamanan Laut China Selatan, sudah jelas bahwa Indonesia sebagai negara terbesar dan pemimpin Masyarakat ASEAN di bidang keamanan dan politik menekankan kepatuhan terhadap kerangka internasional.
Salah satu kerangka yang harus dipatuhi oleh semua negara adalah Deklarasi UNCLOS yang mengatur batas wilayah laut sebuah negara. Dengan demikian setiap klaim negara-negara yang terlibat harus ditinjau dalam perspektif UNCLOS tersebut. Kepatuhan terhadap kerangka itu diyakini akan menciptakan perdamaian dan kestabilan di Laut China Selatan.
Konsep diplomasi multitrack juga diangkat dalam acara tersebut. Hal itu disuarakan oleh Ketua Balitbang Jerry Sambuaga dan anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono.
"Indonesia punya aturan yang memungkinkan semua pihak untuk melakukan hubungan luar negeri, tentu dengan Batasan aturan nasional. Tetapi pada intinya, semua pihak diberikan ruang untuk itu, termasuk partai politik," kata Jerry Sambuaga.
Pernyataan Jerry yang juga merupakan mantan anggota Komisi I itu diamini oleh Dave Laksono. Partai politik bisa turut mengembangkan hubungan yang mengangkat wacara dialog, perdamaian dan kemanusiaan serta kesejahteraan dengan mitra-mitra mereka di luar negeri.
Lihat Juga :