Indonesia Harus Terus Dorong Penyelesaian Damai Sengketa Laut China Selatan

Kamis, 05 November 2020 - 10:09 WIB
loading...
Indonesia Harus Terus...
Apa pun hasil Pilpres AS, Indonesia harus terus mendorong penyelesaian sengketa Laut China Selatan secara damai. Foto/inews
A A A
JAKARTA - Jarak Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sekitar 15.000 kilometer (KM) dan terpisah oleh Samudera Pasifik. Namun, sengitnya pertarungan pemilihan presiden (Pilpres) AS antara Donald Trump dan Joe Biden begitu ramai di sini.

Pembahasan berkutat pada pengaruh terhadap Indonesia dan kepentingan geopolitik AS di wilayah Asia-Pasifik. Sebagai negara adidaya, gaya kepemimpinan presiden Negeri Paman Sam minimal akan memiliki pengaruh di bidang ekonomi dan politik di Indonesia.

Pengaruh AS di kawasan regional yang mungkin bisa menyeret Indonesia adalah sengketa negara-negara ASEAN dengan China di Laut China Selatan. AS kerap ikut cawe-cawe dalam sengketa di kawasan ini.

(Baca: Indonesia Harus Ambil Manfaat Siapa pun Pemenang Pilpres AS)

Pengamat Hubungan Internasional Sukmawani Bella Pertiwi mengatakan Indonesia dalam posisi sebagai non claimant (tidak menuntut klaim) dalam sengketa di Laut China Selatan.

“Lebih memilih peran sebagai honest broker dalam sengketa tersebut. Meskipun Indonesia bukan pihak yang bersengketa, dampaknya bagi stabilitas kawasan dan Indonesia, terutama terkait perairan Natuna cukup signifikan,” ujarnya kepada SINDOnews, Rabu malam (4/11/2020).

China dan AS kerap bersitegang di Laut China Selatan. Kedua negara pun berusaha menarik-menarik dan mendekati Indonesia. Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa waktu pun menyinggung soal kedaulatan Indonesia di Laut Natuna Utara.

Pernyataan itu diduga bagian psy war kepada China dan usaha menarik kedekatan Indonesia dari negara pimpin Xi Jinping itu. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sukamta mengatakan sikap Indonesia dalam sengketa di Laut China Selatan jelas, tidak akan masuk ke dalam wilayah konflik.

(Baca: Hasil Pilpres AS terhadap Tidak Terlalu Berpengaruh Buat Indonesia)

“Sikap Indonesia konsisten berdasarkan ketetapan dalam konvensi hukum kelautan PBB (Unclos) 1982. Saya kira ini sikap paling pas sehingga Indonesia tetap bisa menjaga hubungan baik dengan semua pihak,” ujarnya.

Sukmawani menerangkan Indonesia secara konsisten aktif mendorong untuk adanya solusi damai atas konflik di Laut China Selatan. Dosen Universitas Bina Nusantara (Binus) itu menjelaskan posisi ASEAN dalam sengketa ini semestinya diselesaikan antara pihak yang bersengketa.

Dalam beberapa tahun terakhir, China cukup agresif di Laut China Selatan, termasuk perairan Natuna Utara. “Indonesia perlu lebih memperkuat posisinya terkait perairan Natuna sembari tetap mendorong agar sengketa dapat diselesaikan dengan damai,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Thucydides Trap: Antinomi...
Thucydides Trap: Antinomi China dan Amerika
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Antara “One China...
Antara One China Policy dan Dua Realitas Politik
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Rekomendasi
Jadwal Lengkap MotoGP...
Jadwal Lengkap MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Streaming VISION+
Mutasi Polri, AKBP Rulian...
Mutasi Polri, AKBP Rulian Syauri Jabat Kapolres Malang, Kombes Putu Kholis Jadi Kapolres Bekasi Kota
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Berita Terkini
DPR Upayakan Formula...
DPR Upayakan Formula TKD Tetap Adil, Rasional, dan Berpihak ke Daerah
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved