Pengamat Militer Minta TNI AL Perkuat Diplomasi Pertahanan Maritim
Selasa, 03 November 2020 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, Amerika Serikat bersama dengan Jepang, India, dan Australia juga telah membentuk suatu aliansi strategis untuk memperkuat konsep free and open Indo Pasifik. Secara tidak langsung, upaya tersebut juga untuk melaksanakan fungsi menahan pengaruh Tiongkok di kawasan. ”Belakangan aliansi tersebut juga mulai menggalang dukungan dari negara-negara ASEAN. Saat ini perubahan postur pertahanan global juga telah memunculkan adanya ancaman siber, termasuk kejahatan siber, perebutan data personal untuk kepentingan bisnis dan pertahanan untuk mendeteksi pola mobilitas penduduk dan kompetisi nubika,” kata Nuning, panggilan akrab Susaningtyas Kertopati.
Karena itu, peran TNI Angkatan Laut (AL) dalam menjaga kedaulatan laut yuridiksi nasional dan stabilitas keamanan maritim harus menjadi konsentrasi utama dalam berbagai operasi militer, baik unilateral, bilateral, ataupun multilateral. ”Untuk itu, kualitas dan kuantitas operasi militer harus lebih efektif dan efisien dalam mengantisipasi dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi yang memengaruhi pola dan jenis gelar operasi militer. Secara khusus, kemampuan diplomasi dan kerja sama antar Angkatan Laut negara-negara ASEAN dibutuhkan untuk menjaga stabilitas kawasan dan menjaga sentralitas ASEAN,” ucapnya.
![Pengamat Militer Minta TNI AL Perkuat Diplomasi Pertahanan Maritim]()
Mantan anggota Komisi I DPR ini juga menilai, pentingnya pemanfaatan Big Data dan Artificial Intelligence dalam pengolahan sistem keamanan maritim dalam konteks menjaga stabilitas keamanan maritim Indonesia dan kawasan. ”Kemampuan diplomasi maritim dibutuhkan untuk menjaga Indonesia tidak menjadi proxy dari pertarungan kekuatan besar di kawasan, yaitu AS dan China. Seskoal sebagai lembaga pendidikan tertinggi di TNI AL sebagai mercusuar kembalinya budaya maritime Indonesia kepada seluruh generasi muda Bangsa Indonesia dengan peran penting para Pasis Seskoal sebagai leader of change,” ucapnya.
Karena itu, peran TNI Angkatan Laut (AL) dalam menjaga kedaulatan laut yuridiksi nasional dan stabilitas keamanan maritim harus menjadi konsentrasi utama dalam berbagai operasi militer, baik unilateral, bilateral, ataupun multilateral. ”Untuk itu, kualitas dan kuantitas operasi militer harus lebih efektif dan efisien dalam mengantisipasi dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi yang memengaruhi pola dan jenis gelar operasi militer. Secara khusus, kemampuan diplomasi dan kerja sama antar Angkatan Laut negara-negara ASEAN dibutuhkan untuk menjaga stabilitas kawasan dan menjaga sentralitas ASEAN,” ucapnya.

Mantan anggota Komisi I DPR ini juga menilai, pentingnya pemanfaatan Big Data dan Artificial Intelligence dalam pengolahan sistem keamanan maritim dalam konteks menjaga stabilitas keamanan maritim Indonesia dan kawasan. ”Kemampuan diplomasi maritim dibutuhkan untuk menjaga Indonesia tidak menjadi proxy dari pertarungan kekuatan besar di kawasan, yaitu AS dan China. Seskoal sebagai lembaga pendidikan tertinggi di TNI AL sebagai mercusuar kembalinya budaya maritime Indonesia kepada seluruh generasi muda Bangsa Indonesia dengan peran penting para Pasis Seskoal sebagai leader of change,” ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :