Laut China Selatan Memanas, PKS Minta Perketat Kawasan Strategis Nasional
Selasa, 03 November 2020 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Manajemen data sumber daya alam, lanjut dia, bukan saja penting dalam kerangka kalkulasi neraca sumber daya alam dan upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga dalam kerangka kewaspadaan nasional secara umum.
Berdasarkan data persebaran sumber daya alam, kata dia, akan diketahui titik-titik teritorial kritis, yang perlu kewaspadaan nasional tinggi. "Seperti diketahui alasan dari sengketa tersebut, bukan hanya karena Laut China Selatan adalah jalur tercepat dari Samudra Pasifik menuju Samudra Hindia dan merupakan tempat bagi beberapa jalur pelayaran tersibuk di dunia, tapi di kawasan ini tersedia banyak sumber daya alam dari berbagai komoditas," tuturnya. (Baca juga: Lawan China, Filipina Bangun Armada di Laut China Selatan )
Dia melanjutkan, Laut China Selatan merupakan wilayah bagi sumber penangkapan ikan yang melimpah. Dia membeberkan menurut penelitian pada tahun 2012, tangkapan tahunan di kawasan itu mencapai sekitar 10 juta ton atau sekitar 12% dari total tangkapan dunia.
"Di sana terdapat sekitar 11 miliar barel minyak dan gas alam 190 triliun kaki kubik (tcf), sekitar dua kali lipat dari cadangan gas Indonesia, yang belum dieksploitasi di laut. Jumlah yang sangat besar," kata Mulyanto.
Maka itu, Mulyanto mengingatkan walaupun Indonesia tidak memiliki sengketa wilayah kemaritiman dengan Tiongkok di Laut Cina Selatan, tapi kewaspadaan untuk mengamankan wilayah itu sangat diperlukan.
Berdasarkan data persebaran sumber daya alam, kata dia, akan diketahui titik-titik teritorial kritis, yang perlu kewaspadaan nasional tinggi. "Seperti diketahui alasan dari sengketa tersebut, bukan hanya karena Laut China Selatan adalah jalur tercepat dari Samudra Pasifik menuju Samudra Hindia dan merupakan tempat bagi beberapa jalur pelayaran tersibuk di dunia, tapi di kawasan ini tersedia banyak sumber daya alam dari berbagai komoditas," tuturnya. (Baca juga: Lawan China, Filipina Bangun Armada di Laut China Selatan )
Dia melanjutkan, Laut China Selatan merupakan wilayah bagi sumber penangkapan ikan yang melimpah. Dia membeberkan menurut penelitian pada tahun 2012, tangkapan tahunan di kawasan itu mencapai sekitar 10 juta ton atau sekitar 12% dari total tangkapan dunia.
"Di sana terdapat sekitar 11 miliar barel minyak dan gas alam 190 triliun kaki kubik (tcf), sekitar dua kali lipat dari cadangan gas Indonesia, yang belum dieksploitasi di laut. Jumlah yang sangat besar," kata Mulyanto.
Maka itu, Mulyanto mengingatkan walaupun Indonesia tidak memiliki sengketa wilayah kemaritiman dengan Tiongkok di Laut Cina Selatan, tapi kewaspadaan untuk mengamankan wilayah itu sangat diperlukan.
Lihat Juga :