Geng Moge Keroyok TNI AD, IPW Berharap Korban Tolak Tawaran Damai

Senin, 02 November 2020 - 13:27 WIB
loading...
”Geng” Moge Keroyok...
IPW berharap dua anggota TNI AD yang menjadi korban pengeroyokan anggota klub moge HOC Siliwangi tidak menerima tawaran damai. Foto/facebook
A A A
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) meminta para pensiunan dan mantan pejabat tinggi tidak mengintervensi polisi dalam penanganan kasus pengeroyokan dua anggota TNI AD oleh ”geng” motor gede (moge) Harley Owners Club Siliwangi.

Dia juga berharap Polres Bukittinggi maupun Polda Sumatera Barat bersikap tegas untuk tidak tunduk terhadap setiap intervensi yang mungkin datang. "Jajaran kepolisian di Sumbar harus promoter dalam menangani kasus penganiayaan terhadap dua anggota TNI itu," ujarnya kepada SINDOnews, Senin (2/11/2020).

(Baca: Kompolnas: Klub Moge Jangan Merasa sebagai Kelompok yang Eksklusif)

Menurut Neta, para tersangka dalam kasus ini mesti tetap ditahan dan tidak perlu ditangguhkan hingga kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan. Penangguhan penahanan hanya akan menimbulkan ekses negatif bagi Polres Bukittinggi. Bahkan, kata Neta, bukan mustahil penangguhan itu akan memunculkan kemarahan kawan-kawan korban.

Di sisi lain, Neta juga berharap kedua anggota TNI AD yang menjadi korban penganiyaan tidak bersedia menerima tawaran damai. Menurutnya, kasus ini perlu dituntaskan hingga di pengadilan agar terang benderang.

Tujuannya jelas bahwa kasus ini harus menjadi pembelajaran bagi para pelaku maupun para pengendara moge lain agar tidak arogan, tidak ugal ugalan, dan tidak ringan tangan main keroyok di jalanan.

Baginya, jika kasus geng motor Harley Davidson ini damai di tengah jalan, bukan mustahil orang orang di jalanan akan dengan gampang menganiaya dan memukuli anggota TNI atau Polri di jalanan.

"Toh bisa berdamai. Akibatnya, anggota TNI dan Polri sebagai aparatur negara tidak lagi memiliki wibawa di mata masyarakat," ujar Neta.

(Baca: 4 Moge Harley Rombongan Pengeroyok 2 Anggota TNI AD Diketahui Tanpa STNK)

Selama ini, lanjut Neta, anggota TNI dan Polri yang melakukan kekerasan terhadap masyarakat ditindak tegas dan diproses hingga sidang propam, seperti kasus di Ciracas, Jakarta. Maka itu dia melihat sangat wajar bila sebaliknya masyarakat sipil yang melakukan kekerasan terhadap anggota TNI dan Polri juga dituntaskan di pengadilan.

IPW juga berharap para pimpinan TNI dan Polri tidak melihat kasus penganiayaan kedua anggota TNI ini sebagai kasus sepele, seperti yang dikatakan Letjen (Purn) Djamhari Chaniago. Sebab kasus ini adalah kasus yang sangat serius karena menyangkut wibawa dan kredibilitas TNI sebagai aparatur negara.

"Jika kasus ini dianggap sepele, maka ke depan hanya gara gara kasus sepele, orang orang akan dengan gampang mengeroyok dan memukuli anggota TNI di jalanan," pungkasnya.

(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Ryamizard Ryacudu Meninggal...
Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia, TNI AD Berduka: Pengabdiannya Inspirasi bagi Prajurit
Soal Film Pesta Babi,...
Soal Film Pesta Babi, TNI AD: Kami Tak Antikritik, tapi Kritik Harus Berdasarkan Data dan Fakta
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
Harley-Davidson Berusia...
Harley-Davidson Berusia Hampir 100 Tahun Dimodifikasi Jadi Motor Hybrid
Identitas Pengeroyok...
Identitas Pengeroyok yang Lempar Korban dari Lantai 2 Jakbar Dikantongi Polisi
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Berita Terkini
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved