Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19 Pascalibur Panjang
Senin, 02 November 2020 - 07:08 WIB
loading...
A
A
A
“Jika kasus penularan Covid-19 kembali naik, tentu akan mempengaruhi perekonomiandan kondisi sosial di Tanah Air. Akibatnya, pemerintah harus kembali melakukan rem darurat,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam wembinar, kemarin.
Dia menjelaskan pengereman darurat bisa berarti pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jika ini terjadi maka aktivitas ekonomi akan kembali melambat karena adanya pembatasan perkantoran, transportasi umum, maupun proses produksi. "Jika naik lagi, maka pemerintah harus melakukan pengereman lagi, dan itu berarti akan berdampak negatif pada ekonomi," jelasnya. (Baca juga: Banyak Kaum Santri Sudah Berperan di Kancah Internasional)
Ia menambahkan, bahwa saat ini di Eropa sedang menghadapi gelombang ke dua dari Covid-19. Artinya, negara-negara eropa akan kembali menerapkan lockdown yang akan memberikan dampak pada perekonomian di sana. "Untuk itu saya tidak bosan-bosannya untuk mengatakan agar masyarakat melakukan penerapan protokol kesehatan secara disiplin," tandasanya.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa jumlah daerah di zona oranye atau zona risiko sedang terus mengalami peningkatan. Bahkan jumlahnya meningkat dua kali lipat sejak pemetaan zonasi dilakukan.
“Pada 31 Mei, zona oranye hanya 166 kabupaten/kota.Namun, angka ini terus bertambah hingga pada 25 Oktober telah mencapai 360 kabupaten/kota. Target kita seluruh kabupaten/kota berada di zona kuning dan hijau. Kita tidak boleh merasa puas di zona oranye,” katanya, beberapa waktu lalu. (Baca juga: Covid-9 Sebabkan Otak Menua 10 Tahun)
Dia menjelaskan pengereman darurat bisa berarti pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jika ini terjadi maka aktivitas ekonomi akan kembali melambat karena adanya pembatasan perkantoran, transportasi umum, maupun proses produksi. "Jika naik lagi, maka pemerintah harus melakukan pengereman lagi, dan itu berarti akan berdampak negatif pada ekonomi," jelasnya. (Baca juga: Banyak Kaum Santri Sudah Berperan di Kancah Internasional)
Ia menambahkan, bahwa saat ini di Eropa sedang menghadapi gelombang ke dua dari Covid-19. Artinya, negara-negara eropa akan kembali menerapkan lockdown yang akan memberikan dampak pada perekonomian di sana. "Untuk itu saya tidak bosan-bosannya untuk mengatakan agar masyarakat melakukan penerapan protokol kesehatan secara disiplin," tandasanya.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa jumlah daerah di zona oranye atau zona risiko sedang terus mengalami peningkatan. Bahkan jumlahnya meningkat dua kali lipat sejak pemetaan zonasi dilakukan.
“Pada 31 Mei, zona oranye hanya 166 kabupaten/kota.Namun, angka ini terus bertambah hingga pada 25 Oktober telah mencapai 360 kabupaten/kota. Target kita seluruh kabupaten/kota berada di zona kuning dan hijau. Kita tidak boleh merasa puas di zona oranye,” katanya, beberapa waktu lalu. (Baca juga: Covid-9 Sebabkan Otak Menua 10 Tahun)
Lihat Juga :