Angka Kemiskinan Diprediksi Capai 12%, Pemerintah Antisipasi Kelompok Miskin Baru
Jum'at, 08 Mei 2020 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
“Itu kan perkiraan. Sedangkan sekarang kita bicara yang nyata. Bagaimana caranya? Kita sedang dalam proses menghimpun data-data langsung dari bawah melalui RT/RW untuk kita himpun dan kita olah menjadi bagian dari DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial),” ujarnya.
Muhadjir menjelaskan bahwa data non DTKS ini merupakan warga yang sebelumnya tidak miskin tapi menjadi miskin karena adanya COVID-19. Dia menyebutnya sebagai miskin kagetan.
“Data non DTKS, data yang dihimpun dari bawah melalui RT/RW, kemudian tingkat desa melalui musyawarah desa, lalu dinaikkan ke Kabupaten/ Kota. Kemudian dikirim ke Kemensos. Yang tadi Mensos sampaikan sekarang yang masuk baru 70% dari total. Memang kita sedang himpun data riil kemiskinan di luar DTKS,” paparnya.
Dia menambahkan sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kelompok miskin baru harus mendapat perhatian dan diutamakan. “Dan ini tentu saja perlu ada pencarian data, verifikasi data dan kemudian baru dipastikan mereka harus mendapatkan bantuan,” pungkasnya.
Muhadjir menjelaskan bahwa data non DTKS ini merupakan warga yang sebelumnya tidak miskin tapi menjadi miskin karena adanya COVID-19. Dia menyebutnya sebagai miskin kagetan.
“Data non DTKS, data yang dihimpun dari bawah melalui RT/RW, kemudian tingkat desa melalui musyawarah desa, lalu dinaikkan ke Kabupaten/ Kota. Kemudian dikirim ke Kemensos. Yang tadi Mensos sampaikan sekarang yang masuk baru 70% dari total. Memang kita sedang himpun data riil kemiskinan di luar DTKS,” paparnya.
Dia menambahkan sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kelompok miskin baru harus mendapat perhatian dan diutamakan. “Dan ini tentu saja perlu ada pencarian data, verifikasi data dan kemudian baru dipastikan mereka harus mendapatkan bantuan,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :