Kecam Saja Tak Cukup, Indonesia Perlu Jadi Komunikator Pemahaman Dunia soal Islam
Minggu, 01 November 2020 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
(Baca: Jokowi Bisa Dorong Macron Minta Maaf ke Umat Islam, Begini Caranya)
Dia menceritakan sejarah ketika Sultan Muhamad Al Patih (Mehmet II) berhasil merebut Konstantinopel pada 29 Mei 1453, penduduk yang beragama Kristen berlari ketakutan dan berkumpul di Haga Sovia. Mereka membayangkan akan dibinasakan oleh Sultan yang merupakan turunan ketujuh Kesultanan Ottoman yang berusaha merebut Konstantinopel.
"Namun apa yang terjadi, di depan masyarakat, Sultan berjanji melindungi mereka, saat itu Romawi Timur dan Romawi Barat juga dalam keadaan bermusuhan, serta tetap menjamin kebebasan mereka untuk memeluk agamanya," paparnya.
Idris mengaku tidak tahu persis lembaga apa yang seharusnya mengambil peran ini. Namun, pemerintah memiliki Kementerian Agama serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi-organisasi Islam yang merupakan partisipasi aktif masyarakat dalam mensyiarkan Islam rahmatan lil alamin.
Juga ada DPR yang punya grup kerjasama bilateral atau MPR yang terus mensosialisasikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. "Yang jelas, saatnya masyarakat dunia diberikan pemahaman dan mengubah persessi mereka bahwa mengaitkan agama dengan radikalisme maupun terorisme adalah kesalahan yang besar,” pungkasnya.
Dia menceritakan sejarah ketika Sultan Muhamad Al Patih (Mehmet II) berhasil merebut Konstantinopel pada 29 Mei 1453, penduduk yang beragama Kristen berlari ketakutan dan berkumpul di Haga Sovia. Mereka membayangkan akan dibinasakan oleh Sultan yang merupakan turunan ketujuh Kesultanan Ottoman yang berusaha merebut Konstantinopel.
"Namun apa yang terjadi, di depan masyarakat, Sultan berjanji melindungi mereka, saat itu Romawi Timur dan Romawi Barat juga dalam keadaan bermusuhan, serta tetap menjamin kebebasan mereka untuk memeluk agamanya," paparnya.
Idris mengaku tidak tahu persis lembaga apa yang seharusnya mengambil peran ini. Namun, pemerintah memiliki Kementerian Agama serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan organisasi-organisasi Islam yang merupakan partisipasi aktif masyarakat dalam mensyiarkan Islam rahmatan lil alamin.
Juga ada DPR yang punya grup kerjasama bilateral atau MPR yang terus mensosialisasikan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. "Yang jelas, saatnya masyarakat dunia diberikan pemahaman dan mengubah persessi mereka bahwa mengaitkan agama dengan radikalisme maupun terorisme adalah kesalahan yang besar,” pungkasnya.
(muh)
Lihat Juga :