DPR Pastikan Tak Ada Kesepakatan Pembangunan Pangkalan Militer AS di Natuna
Minggu, 01 November 2020 - 08:57 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR dari PDIP TB Hasanuddin memastikan tidak ada kesepakatan pembangunan militer AS di Natuna. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Isu soal pembangunan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kepulauan Natuna mengemuka saat Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo bertemu Menlu RI Retno LP Marsudi, Kamis (29/10/2020). Pertemuan ini diduga menindaklanjuti kehadiran Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto ke AS memenuhi undangan Menhan Mark Esper dua pekan sebelumnya.
Bukan sebatas kerja sama bilateral kedua negara, intensnya pertemuan kedua pemerintahan dihubungkan dengan perebutan pengaruh AS dengan China . Sebagian kalangan Indonesia dianggap telah terlalu condong ke Beijing dan Washington tidak menginginkannya. Lebih jauh, AS ingin menangkal agresivitas China dalam konflik dan klaim wilayah Laut China Selatan .
Anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin membantah isu bahwa Indonesia dan AS telah membangun kesepahaman soal pangkalan militer AS di Natuna. "Tidak ada itu kesepakatan bersama antara Indonesia dan AS soal Kepulauan Natuna," kata Hasanuddin saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (1/11/2020).
(Baca: Pakar: Kapal Induk Kedua China Siap Tempur di Laut China Selatan)
Dengan politik luar negeri bebas aktif yang selalu ditekankam Indonesia, politikus PDIP ini menegaskan, tidak mungkin ada pangkalan militer negara manapun di Indonesia. ”Indonesia tetap memegang teguh politik luar negeri bebas aktif," tegasnya.
Bukan sebatas kerja sama bilateral kedua negara, intensnya pertemuan kedua pemerintahan dihubungkan dengan perebutan pengaruh AS dengan China . Sebagian kalangan Indonesia dianggap telah terlalu condong ke Beijing dan Washington tidak menginginkannya. Lebih jauh, AS ingin menangkal agresivitas China dalam konflik dan klaim wilayah Laut China Selatan .
Anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin membantah isu bahwa Indonesia dan AS telah membangun kesepahaman soal pangkalan militer AS di Natuna. "Tidak ada itu kesepakatan bersama antara Indonesia dan AS soal Kepulauan Natuna," kata Hasanuddin saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (1/11/2020).
(Baca: Pakar: Kapal Induk Kedua China Siap Tempur di Laut China Selatan)
Dengan politik luar negeri bebas aktif yang selalu ditekankam Indonesia, politikus PDIP ini menegaskan, tidak mungkin ada pangkalan militer negara manapun di Indonesia. ”Indonesia tetap memegang teguh politik luar negeri bebas aktif," tegasnya.
Lihat Juga :