Menakar Peluang AHY di Pilpres 2024

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 09:02 WIB
loading...
Menakar Peluang AHY...
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Setelah mengulas tentang Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Puan Maharani dan Ridwan Kamil, kali ini SINDOnews mengulas tentang sejauh mana peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ( Pilpres ) 2024. Seperti Anies, Ganjar, Puan, dan Ridwan Kamil, AHY juga termasuk tokoh yang masuk bursa Pilpres 2024 berbagai lembaga survei belakangan ini.

Ketua umum Partai Demokrat itu memiliki latar belakang militer. AHY mundur sebagai prajurit TNI Angkatan Darat (AD) pada September 2016 dengan pangkat terakhir mayor. Lalu, putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mencoba peruntungan di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

Namun, AHY yang saat itu berpasangan dengan Sylviana Murni tersisih di putaran pertama. Pasangan ini kalah dari pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Kemudian, pria kelahiran Bandung 10 Agustus 1978 itu meresmikan lembaga kajian The Yudhoyono Institute pada 10 Agustus 2017.

AHY juga pernah digadang-gadang sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Namun, Sandiaga Uno yang akhirnya dipilih menjadi cawapres pendamping Prabowo.

Nah, untuk Pilpres 2024, nama AHY sering muncul di berbagai lembaga survei belakangan ini. Di lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dilakukan 12-23 Oktober 2020 dan diumumkan pada Rabu 28 Oktober 2020 misalnya, nama AHY berada di urutan keenam dari 13 nama dengan elektabilitas 5,7 persen.
Menakar Peluang AHY di Pilpres 2024

Kemudian, di lembaga survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan 24-30 September 2020 dan diumumkan pada Minggu 25 Oktober 2020, AHY juga berada di peringkat keenam dari 15 nama dengan elektabilitas 4,2 persen. Pada survei Indikator Politik Indonesia bulan Juli 2020, elektabilitas AHY sebesar 6,8 persen, kemudian 4,8 persen pada Mei 2020 dan 6,5 persen pada Februari 2020.

Sementara itu, di survei di Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang dilakukan 14-21 Juni 2020, AHY di urutan ketujuh dari 12 nama bakal calon presiden dengan elektabilitas 5,9 persen. Selanjutnya, berdasarkan survei Indo Barometer yang dilakukan 9-15 Januari 2020 dan diumumkan Minggu 23 Februari 2020, AHY disebut tokoh politik dari luar pemerintahan yang populer setelah Sandiaga.

Adapun persentase pengenalan AHY di survei Indo Barometer itu mencapai 82,8 responden. Selanjutnya di lembaga survei Median yang diumumkan pada Februari 2020, AHY berada di urutan keempat dengan elektabilitas 8,3 persen.

(Baca juga: Balitbang Demokrat Sebut 29 Juta Suara Terbuang jika Ambang Batas Parlemen Dinaikkan ).

Lalu, versi survei Akurat Poll yang diumumkan pada Agustus 2020, AHY di urutan kelima dari segi popularitas dengan 72,9 persen. Sedangkan pada tingkat elektabilitas di survei Akurat Poll itu, AHY sebesar 67 persen.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai AHY jauh realistis maju di Pilpres 2024. "Dibanding nama lain yang muncul di survei, AHY jauh realistis bisa maju Pilpres 2024. Posisinya sebagai ketua umum partai mudah untuk dapat tiket pencalonan," kata Adi Prayitno kepada SINDOnews, Jumat (30/10/2020).

Adi berpendapat, Partai Demokrat butuh merangkul dua partai politik lain untuk bisa berkoalisi. "Nama lain belum tentu bisa maju karena tak kantongi tiket partai. Banyak yang elektabitasnya bagus di survei, tapi tak punya latar khusus ke partai. Kan repot," ungkapnya.

Selain mencari dukungan partai politik lain, Adi menilai meningkatkan elektabilitas juga menjadi tantangan bagi AHY untuk bisa ikut meramaikan Pilpres 2024. "Perlu bargain politik dengan parpol lain. Terutama soal sharing power kalau menang nanti. Politik itu kan begitu soal berbagi posisi saja," ujar Adi.

(Baca juga: Kecam Pernyataan Macron, AHY: Menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai Kartun Melukai Umat Islam ).

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin. "Peluangnya ada. Karena dia ketua umum partai dan Partai Demokrat punya kursi di parlemen. Juga dia merupakan tokoh muda, yang akan mendapat keuntungan karena banyaknya pemilih muda di 2024 nanti," ujar Ujang Komarudin dihubungi SINDOnews.

Namun, kata Ujang, tantangannya adalah bagaimana AHY bisa membangun koalisi besar. "Kita tahu Demokrat kurang lebih punya suara 6% pada Pemilu 2019 yang lalu," kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia itu.

(Baca juga: Gorengan, Cabai Rawit, dan Secangkir Kopi di Meja Kerja AHY ).

Ujang melanjutkan, jika presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden masih 20%, maka AHY butuh dukungan partai politik lain yang banyak. "Lalu yang terpenting lagi, bagaimana AHY bisa meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya sebagai capres atau cawapres. Karena hari ini surveinya masih kalah unggul dengan tokoh-tokoh lain," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Hadiri Baksos di Gereja...
Hadiri Baksos di Gereja Katolik Santo Andreas, AHY Salurkan Bantuan untuk Ribuan Jemaat
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Ecosperity Week 2026...
Ecosperity Week 2026 di Singapura, Menko AHY Ungkap Kunci Ketahanan dan Infrastruktur Berkelanjutan Asia
Menko AHY Sebut Proyek...
Menko AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Melindungi Aset Nasional: 70 Kawasan Industri dan 5 KEK
Rekomendasi
Setelah 18 Tahun Dee...
Setelah 18 Tahun Dee Lestari Akhirnya Rilis Album Lagi, Mendiang Suami Jadi Alasan
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
Berita Terkini
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Penyidik KPK Datangi...
Penyidik KPK Datangi Rumah Silmy Karim di Jalan Brawijaya Jaksel
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved