Pernyataan Presiden Prancis Picu Gelombang Protes, Ini Tanggapan PBNU
Jum'at, 30 Oktober 2020 - 14:36 WIB
loading...
A
A
A
Mengenai aksi demonstrasi mengecam pernyataan Marcon, Gus Yahya mengatakan bahwa keributan ini apalagi kerusuhan dan kekerasan tidak akan membantu apapun, bahkan akan memperparah keadaan. "Kita juga harus hati-hati dengan orang-orang yang memperalat agama dan memperalat itu ini untuk kepentingan politik eksklusif, untuk menggalang dukungan politik untuk dirinya sendiri, atau bahkan untuk memicu kekerasan, untuk menghancurkan lawan politiknya. Kita jangan sampai terlibat," urainya.
Mengenai penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui karikatur, menurut Gus Yahya, pernyataan Marcon itu jelas membuat semua orang Islam di seluruh dunia tersinggung. Bahkan, menurutnya, bukan hanya Nabi Muhammad SAW saja yang dihina dan dilecehkan oleh kelompok ekstremis yang ada di Perancis selama ini.
"Yesus dilecehkan, Musa dilecehkan, semua agama dilecehkan oleh mereka. Ini bukan hanya soal kebebasan berbicara, ini soal penghargaan kepada orang lain untuk berkeyakinan," katanya.
Karena itu, pihaknya menuntut semua orang untuk bisa saling menghormati hak untuk memilih keyakinan dalam beragama. "Kalau saya menghina, melecehkan hak anda, bukan hanya gimana hak anda sebagai manusia untuk meyakini itu, nah ini yang harus kita apa namanya sampaikan juga," katanya.
Gus Yahya pun menentang tindakan melawan ekstremis di Prancis dengan cara menikam orang yang jelas-jelas tidak bisa bisa terima, walaupun dia mengklaim itu kewajiban untuk membela agama yang dihina.
"Kan enggak bisa begitu. Kalau kita keberatan, kita harus menyatakan keberatan dengan cara-cara yang dilindungi oleh hukum karena cara-cara yang seperti itu hanya memicu instabilitas yang meluas dan tidak terkendali seperti yang terjadi sekarang ini," tuturnya.
Mengenai penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui karikatur, menurut Gus Yahya, pernyataan Marcon itu jelas membuat semua orang Islam di seluruh dunia tersinggung. Bahkan, menurutnya, bukan hanya Nabi Muhammad SAW saja yang dihina dan dilecehkan oleh kelompok ekstremis yang ada di Perancis selama ini.
"Yesus dilecehkan, Musa dilecehkan, semua agama dilecehkan oleh mereka. Ini bukan hanya soal kebebasan berbicara, ini soal penghargaan kepada orang lain untuk berkeyakinan," katanya.
Karena itu, pihaknya menuntut semua orang untuk bisa saling menghormati hak untuk memilih keyakinan dalam beragama. "Kalau saya menghina, melecehkan hak anda, bukan hanya gimana hak anda sebagai manusia untuk meyakini itu, nah ini yang harus kita apa namanya sampaikan juga," katanya.
Gus Yahya pun menentang tindakan melawan ekstremis di Prancis dengan cara menikam orang yang jelas-jelas tidak bisa bisa terima, walaupun dia mengklaim itu kewajiban untuk membela agama yang dihina.
"Kan enggak bisa begitu. Kalau kita keberatan, kita harus menyatakan keberatan dengan cara-cara yang dilindungi oleh hukum karena cara-cara yang seperti itu hanya memicu instabilitas yang meluas dan tidak terkendali seperti yang terjadi sekarang ini," tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :