Pernyataan Presiden Prancis Picu Gelombang Protes, Ini Tanggapan PBNU

Jum'at, 30 Oktober 2020 - 14:36 WIB
loading...
Pernyataan Presiden...
Aksi Damai Bela Nabi digelar depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/10/2020). Dalam aksinya mereka mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina Islam dan Nabi Muhammad. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/pras
A A A
JAKARTA - Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebutkan bahwa dirinya tidak akan mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad SAW dengan dalih kebebasan berekspresi, memicu kemarahan masyarakat di dunia muslim. Tak terkecuali Indonesia.

Macron juga dianggap telah menghina Islam atas pernyataannya yang menyebutkan bahwa Islam mengalami krisis di seluruh dunia.

Dia juga menyinggung komunitas muslim di negaranya yang dituduh sebagai separatis. Demo mengecam pernyataan Macron terjadi dimana-mana. Persaudaraan Alumni 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama pun bakal menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kedubes Prancis di Jakarta pada 2 November mendatang.

Menanggapi hal itu, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, kalau Marcon mengatakan bahwa dunia Islam sedang menghadapi krisis, sebetulnya ada benarnya karena memang dunia Islam sedang menghadapi krisis. Hal ini karena hingga saat ini belum ditemukan satu konstruksi keagamaan dan sosial yang bisa mengintegrasikan dunia Islami secara damai dan harmonis di seluruh dunia.

"Ada kenyataan itu, enggak bisa dipungkiri. Kalau orang tersinggung, itu karena soal identitas, tapi tidak bisa mengingkari kenyataan memang ada krisis," katanya.(Baca juga: Pendukung ISIS Rayakan Serangan di Prancis, al-Qaeda Serukan Pembalasan Kartun Nabi )

Namun, Gus Yahya mengatakan bahwa krisis tersebut bukan hanya menyangkut umat Islam, tapi dunia secara umum. "Dunia ini sedang bingung. Kita ini berada di persimpangan jalan, berada di dunia ini, peradaban dunia ini mau ke mana. Kita belum menemukan pondasi konsensus untuk peradaban masa depan yang kita inginkan bersama," tuturnya.

Menurut dia, jika kita harus berintegrasi dengan idealisme Prancis yang menganut paham sekularisme ekstrem, hal itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin. "Bukan hanya umat Islam yang keberatan, umat Kristen, umat Yahudi juga keberatan untuk menjadi sekularisme ekstrem seperti Perancis maka kaum sekuler juga harus mau berdialog, bukan hanya kaum beragama saja. Nah ini sesuatu yang harus kita pikirkan dengan kontemplasi yang dalam dan dengan dialog yang benar," tuturnya.(Baca juga: Inilah Daftar 10 Serangan Teror di Prancis dari Waktu ke Waktu )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
Prancis Terhenti di...
Prancis Terhenti di Semifinal, Macron: Terima Kasih Les Bleus
Rekomendasi
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
Berawal dari Iseng Main...
Berawal dari Iseng Main TikTok, Ini Perjalanan Sukses Kreator Konten Nickysya
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved