Pendeta Yeremia Diduga Ditembak Senpi Standar Militer Kurang dari 1 Meter
Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
(Baca: DPR Minta Temuan TGPF di Papua Dilanjutkan ke Proses Hukum)
Haris menjelaskan, akibat dari serangkaian peristiwa kekerasan, sedikit demi sedikit masyarakat Distrik Hitadipa mengamankan dirinya atau melakukan evakuasi diri, keluar dari tempat tinggalnya. Puncaknya sesaat setelah pendeta dikubur, pada sekitar pukul 11.00 WIT pada 20 September 2020.
"Masyarakat berbondong-bondong keluar ke hutan-hutan, ke sejumlah daerah lain daerah kabupaten tetangga. Sampai saat ini belum ada pendataan terhadap mereka yang mengungsikan dirinya keluar distrik, dan akibatnya mereka belum mendapatkan bantuan dan jaminan ekonomi, keamanan dan kepastian untuk bisa kembali ke kampung-kampung mereka," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Intan Jaya menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani pada 19 September 2020 lalu.
Haris menjelaskan, akibat dari serangkaian peristiwa kekerasan, sedikit demi sedikit masyarakat Distrik Hitadipa mengamankan dirinya atau melakukan evakuasi diri, keluar dari tempat tinggalnya. Puncaknya sesaat setelah pendeta dikubur, pada sekitar pukul 11.00 WIT pada 20 September 2020.
"Masyarakat berbondong-bondong keluar ke hutan-hutan, ke sejumlah daerah lain daerah kabupaten tetangga. Sampai saat ini belum ada pendataan terhadap mereka yang mengungsikan dirinya keluar distrik, dan akibatnya mereka belum mendapatkan bantuan dan jaminan ekonomi, keamanan dan kepastian untuk bisa kembali ke kampung-kampung mereka," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Intan Jaya menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani pada 19 September 2020 lalu.
(muh)
Lihat Juga :