Pendeta Yeremia Diduga Ditembak Senpi Standar Militer Kurang dari 1 Meter

Kamis, 29 Oktober 2020 - 14:04 WIB
loading...
Pendeta Yeremia Diduga...
Hasil investigasi Haris Azhar bersama timnya menunjukkan Pendeta Yeremia diduga ditembak menggunakan senjata berstandar militer. Foto/okezone
A A A
JAKARTA - Ketua Tim Kemanusiaan Provinsi Papua untuk Kasus Kekerasan Terhadap Tokoh Agama di Kabupaten Intan Jaya , Papua, Haris Azhar menyebut Pendeta Yeremia Zanambani mendapatkan luka tembak serta tikaman yang membuatnya tewas pada Sabtu 19 September lalu. Dari hasil investigasinya, ada dugaan Pendeta Yeremia ditembak menggunakan senjata api (senpi) berstandar militer.

"Terhadap pendeta Yeremia diduga dilakukan dengan senjata api standar militer dengan jarak kurang lebih 1 meter. Objek mengenai ke bagian tubuhnya dengan satu peluru ke tangan kiri bagian atas. Pada bagian kulit terlihat irisan lurus vertikal berkisar 7-10 cm. Tidak sekadar luka kulit akibat peluru dengan kondisi tangan hampir terputus," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (29/10/2020).

(Baca: Ini Kronologi Tewasnya Pendeta Yeremia Hasil Investigasi Tim Haris Azhar)

Akan tetapi, kata Haris, hal tersebut masih sebatas dugaan. Sebab tidak ditemukan bekas peluru di sekitar lokasi. Menurutnya, di bagian tangannya juga tidak ditemukan sisa proyektil peluru yang tersisa.

"Tangan kiri yang terkena peluru tersebut, tidak didapati bekas atau proyektil pelurunya, belum didapati, dan saksi yang awal menjemput korban atau saksi menemani korban pada saat peristiwa belum menemukan proyektil. Luka juga didapati di bagian belakang atau atas tubuh korban. Diduga luka akibat senjata tajam, mengakibatkan luka yang mengeluarkan darah sangat banyak," ungkapnya.

(Baca: DPR Minta Temuan TGPF di Papua Dilanjutkan ke Proses Hukum)

Haris menjelaskan, akibat dari serangkaian peristiwa kekerasan, sedikit demi sedikit masyarakat Distrik Hitadipa mengamankan dirinya atau melakukan evakuasi diri, keluar dari tempat tinggalnya. Puncaknya sesaat setelah pendeta dikubur, pada sekitar pukul 11.00 WIT pada 20 September 2020.

"Masyarakat berbondong-bondong keluar ke hutan-hutan, ke sejumlah daerah lain daerah kabupaten tetangga. Sampai saat ini belum ada pendataan terhadap mereka yang mengungsikan dirinya keluar distrik, dan akibatnya mereka belum mendapatkan bantuan dan jaminan ekonomi, keamanan dan kepastian untuk bisa kembali ke kampung-kampung mereka," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Intan Jaya menemukan adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani pada 19 September 2020 lalu.

(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Menghormati Putusan,...
Menghormati Putusan, Mengawal Keadilan: Membaca Kasus Andrie Yunus dari Perspektif Hukum, Politik, dan Militer
Hakim Sebut Andrie Yunus...
Hakim Sebut Andrie Yunus Rendahkan Wibawa Pengadilan karena Tak Pernah Hadiri Sidang
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Oknum Prajurit TNI...
3 Oknum Prajurit TNI Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank Divonis 1 hingga 13 Tahun Penjara
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Vonis 3 Prajurit TNI...
Vonis 3 Prajurit TNI Bikin Keluarga Kacab Bank Menangis Kecewa
Rekomendasi
Messi Menggila! Argentina...
Messi Menggila! Argentina Gilas Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Berita Terkini
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Infografis
Nomor 1 dari Indonesia,...
Nomor 1 dari Indonesia, Ini 10 Dumpling Terenak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved