Tren Elektabilitas: Tito Karnavian Perlahan Naik, Prabowo Turun
Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:37 WIB
loading...
A
A
A
“Jika kita hanya melihat dari kalangan Menteri, Prabowo tetap teratas dengan perolehan 16,4 persen, lalu disusul Tito Karnavian 4,2 persen. Memang terpaut jauh, hanya saja tren pergerakan elektabilitas keduanya berbeda, Prabowo mengalami penurunan, dan Tito perlahan naik” lanjut Dedi.(Baca juga: Peluang Puan Maharani di Pilpres 2024: Antara Survei dan Kekuatan Politik )
Secara keseluruhan, dalam paparan IPO terhadap peluang tokoh dengan elektabilitas tertinggi adalah Ganjar Pranowo 17,9%, Prabowo Subianto 16,4%, Anies Baswedan 15,3%, Sandiaga Uno 8,8%, Ridwan Kamil 6,0%, Agus Harimurti Yudhoyono 5,7%, Tito Karnavian 4,2%, Gatot Nurmantyo 2,9%, Airlangga Hartarto 2,9% dan Mahfud MD 2,5%.(Baca juga: Jadi Menteri Jokowi Salah Satu Pemicu Melorotnya Elektabilitas Prabowo )
IPO dalam surveinya menggunakan metode purposif sampling terhadap 170 orang pemuka pendapat (opinion leader) yang berasal dari peneliti Universitas, lembaga penelitian mandiri, dan asosiasi ilmuwan sosial/perguruan tinggi. Sementara massa pemilih nasional dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden di seluruh wilayah proporsional Indonesia dengan margin of error 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 12-23 Oktober 2020.(Baca juga: Ingat Pesan Megawati, Sekjen PDIP Sebut Berpolitik Bukan Memelototi Survei )
Secara keseluruhan, dalam paparan IPO terhadap peluang tokoh dengan elektabilitas tertinggi adalah Ganjar Pranowo 17,9%, Prabowo Subianto 16,4%, Anies Baswedan 15,3%, Sandiaga Uno 8,8%, Ridwan Kamil 6,0%, Agus Harimurti Yudhoyono 5,7%, Tito Karnavian 4,2%, Gatot Nurmantyo 2,9%, Airlangga Hartarto 2,9% dan Mahfud MD 2,5%.(Baca juga: Jadi Menteri Jokowi Salah Satu Pemicu Melorotnya Elektabilitas Prabowo )
IPO dalam surveinya menggunakan metode purposif sampling terhadap 170 orang pemuka pendapat (opinion leader) yang berasal dari peneliti Universitas, lembaga penelitian mandiri, dan asosiasi ilmuwan sosial/perguruan tinggi. Sementara massa pemilih nasional dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden di seluruh wilayah proporsional Indonesia dengan margin of error 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 12-23 Oktober 2020.(Baca juga: Ingat Pesan Megawati, Sekjen PDIP Sebut Berpolitik Bukan Memelototi Survei )
(dam)
Lihat Juga :