Survei IPO: Kepuasan Publik terhadap Menkes, Menkumkam dan Menkominfo Paling Rendah

loading...
Survei IPO: Kepuasan Publik terhadap Menkes, Menkumkam dan Menkominfo Paling Rendah
Hasil survei Indonesia Political Opinion menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Menkes, Menkumham dan Menkominfo paling rendah. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja masing-masing menteri dalam kabinet Indonesia Maju tidak mencapai 60%. Hal tersebut menununjukkan secara umum masyarakat memang kurang puas terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Dalam data hasil survei yang dipaparkan Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah Rabu (28/20/2020) hari ini, hanya Sri Mulyani yang memperoleh pengakuan kinerjanya memuaskan lebih dari 60% responden. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara 33 menteri yang lain.

Di bawahnya ada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang memperoleh 57% dan Mendagri Tito Karnavian 47%. Sementara tiga urutan terbawah adalah Menkominfo Johny G Plate sebesar 0,3%, Menkumham Yasonna Laoly 0,4% dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebesar 0,8%.

(Baca: Kekecewaan terhadap Kinerja Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin Meningkat)



Berikut data penilaian publik terhadap menteri berdasarkan survei IPO:

Sri Mulyani Indrawati 61%
Prabowo Subianto 57%
Tito Karnavian 49%
Retno l. Marsudi 43%
Erick Tohir 38%
Airlangga Hartarto 36%
Mahfud MD 34%
Wishnutama 32%
Luhut Binsar Pandjaitan 31%
Bambang Brodjonegoro 28%
Pratikno 26%
Basuki Hadimuljono 23%
Teten Masduki 19%
Juliari Batubara 17%
Budi Karya Sumadi 14%
Suharso Monoarfa 14%
Ida Fauziah 13%
Abdul Halim Iskandar 10%
Agus Gumiwang Kartasasmita 9%
Agus Suparmanto 9%
Tjahjo Kumolo 9%
Arifin Tasrif 9%
Zainudin Amali 7%
Nadiem Makarim 6%
Sofjan Jalil 4%
Siti Nurbaya 4%
Muhadjir Effendy 3%
Gusti Ayu Bintang Darmavati 2%
Fachrul Razy 1%
Syahrul Yasin Limpo 0.9%
Edhy Prabowo 0.8%
Terawan Agus Putranto 0.8%
Yasonna Laoly 0.4%
Johny G. Plate 0.3%

Survei Nasional ini dilakukan pada 12-23 Oktober 2020 dengan metode purposive sampling yang dilakukan terhadap 170 orang pemuka pendapat (opinion leader) yang berasal dari peneliti universitas, lembaga penelitian mandiri, dan asosiasi ilmuwan sosial/perguruan tinggi.



Sementara survei terhadap massa pemilih nasional dilakukan dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden di seluruh wilayah proporsional Indonesia dengan margin of error dalam rentang 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top