MPR: Museum Harus Mampu Menjawab Tantangan Kebangsaan Saat Ini
Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Rerie, museum dapat memainkan peran ke arah peningkatan kehidupan bangsa dan negara yang lebih cerdas, dengan kepribadian dan karakter lebih tangguh, sehingga dapat memiliki ketahanan nasional dan pandangan dunia komprehensif serta utuh tentang wawasan kebangsaan. Museum, jelas Rerie, juga dapat dijadikan sumber pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik dalam memahami teori secara mendalam melalui pemanfaatan media audio visual berupa benda-benda peninggalan sejarah, arsip atau berbentuk tayangan audio visual tentang peristiwa-peristiwa sejarah seperti film dokumenter sejarah.
Tantangan ke depan, menurut Rerie, harus diupayakan museum-museum yang ada di Indonesia mampu menarik perhatian masyarakat dengan bebagai inovasi, sehingga fungsi museum yang mampu meningkatkan kepedulian terhadap budaya dan sejarah bangsa dapat dimaksimalkan. (Baca juga: Ke Arab Saudi, JK Bahas Pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW )
Agar berhasil membentuk museum yang menarik, menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, harus ada manajeman yang profesional dan investasi infrastruktur yang memadai terhadap museum. "Pengelolaan museum dalam bentuk Badan Layanan Umum mungkin bisa mendorong pengelolaan museum yang lebih profesional," ujar Nadiem.
Gubernur Lemhanas Agus Widjojo berpendapat agar pengelolaan museum lebih berkelanjutan jangan hanya berharap pembiayaannya dari penjualan tiket semata. Kreativitas dalam pembuatan cinderamata dan buah tangan, menurut Agus, bisa menjadi sumber pembiayaan dalam pengelolaan museum. "Selain pendanaan, tantangan terbesar dalam pengelolaan museum adalah menciptakan konten yang kreatif sehingga museum selalu menarik bagi masyarakat," ujar Agus.
Pada kesempatan yang sama, pendiri Yayasan Mitra Museum Jakarta, Amir Sidharta menyoroti peran museum untuk memaknai rangkaian sejarah sebuah bangsa. Pada peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda misalnya, jelas Amir, dipahami secara sederhana sebagai menyuarakan persatuan dalam satu Tanah Air, satu bangsa dan satu bahasa sebaiknya ditinjau kembali sebagai upaya mengedepankan semangat antikolonialisme, yang didasarkan pada rasa hormat akan kekayaan budaya kita, yaitu keberagaman.
Tantangan ke depan, menurut Rerie, harus diupayakan museum-museum yang ada di Indonesia mampu menarik perhatian masyarakat dengan bebagai inovasi, sehingga fungsi museum yang mampu meningkatkan kepedulian terhadap budaya dan sejarah bangsa dapat dimaksimalkan. (Baca juga: Ke Arab Saudi, JK Bahas Pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad SAW )
Agar berhasil membentuk museum yang menarik, menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, harus ada manajeman yang profesional dan investasi infrastruktur yang memadai terhadap museum. "Pengelolaan museum dalam bentuk Badan Layanan Umum mungkin bisa mendorong pengelolaan museum yang lebih profesional," ujar Nadiem.
Gubernur Lemhanas Agus Widjojo berpendapat agar pengelolaan museum lebih berkelanjutan jangan hanya berharap pembiayaannya dari penjualan tiket semata. Kreativitas dalam pembuatan cinderamata dan buah tangan, menurut Agus, bisa menjadi sumber pembiayaan dalam pengelolaan museum. "Selain pendanaan, tantangan terbesar dalam pengelolaan museum adalah menciptakan konten yang kreatif sehingga museum selalu menarik bagi masyarakat," ujar Agus.
Pada kesempatan yang sama, pendiri Yayasan Mitra Museum Jakarta, Amir Sidharta menyoroti peran museum untuk memaknai rangkaian sejarah sebuah bangsa. Pada peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda misalnya, jelas Amir, dipahami secara sederhana sebagai menyuarakan persatuan dalam satu Tanah Air, satu bangsa dan satu bahasa sebaiknya ditinjau kembali sebagai upaya mengedepankan semangat antikolonialisme, yang didasarkan pada rasa hormat akan kekayaan budaya kita, yaitu keberagaman.
Lihat Juga :