UU Cipta Kerja Dinilai Solusi Atas Masalah Selama Ini

Senin, 26 Oktober 2020 - 22:04 WIB
loading...
UU Cipta Kerja Dinilai...
Anggota Baleg DPR, Firman Soebagyo menilai Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dapat menjadi solusi dalam menghadapi sulitnya perekonomian global akibat pandemi COVID-19.? Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Badan Legislasi ( Baleg ) DPR, Firman Soebagyo menilai Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja ( UU Ciptaker ) dapat menjadi solusi dalam menghadapi sulitnya perekonomian global akibat pandemi COVID-19 .‎ UU Ciptaker juga dibuat untuk menguntungkan tenaga kerja selain bagi investor.

Sebab, Indonesia di masa pandemi COVID-19 ini mengalami dampak buruk dari segi sektor ekonomi. Ribuan orang kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kemudian, perusahaan yang harus tutup entah sudah berapa banyak. Sehingga, UU Ciptaker itu diyakini mampu untuk menjawab ‎permasalahan itu. (Baca juga: Pengamat Sebut UU Cipta Kerja Bisa Atasi Perda Bermasalah)

"UU ini sangat urgent dalam menghadapi ekonomi global di tambah pandemi COVID-19 sekarang ini. Ini menjadi persoalan tersendiri. Ini menjadi efek domino ke nasional kita," ujar Firman kepada wartawan, Senin (26/10/2020).

Dia mengatakan adanya UU Cipta Kerja ini akan membuka lapangan pekerjaan yang besar. Karena, orang bakal mudah melakukan investasi di Indonesia.‎

"Ini yang menjadi dasar utama kita. Ini menjadi sebuah kebutuhan hukum di mana untuk lapangan kerja bisa diciptakan ketika kita juga bisa menarik investasi baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri," kata politikus Partai Golkar ini.

Dia melanjutkan, jika tidak ada terobosan mengenai UU Ciptaker ini maka Indonesia bakal kalah dengan negara-negara lainnya.‎ "Di negara manapun akan melakukan hal yang sama. Kalau kita tidak melakukan maka kita akan ketinggalan di negara-negara seperti Thailand, Malaysia dan sebagainya," jelasnya.‎

"Oleh karena itu kemarin adanya salah seorang anggota parlemen Malaysia berteriak-teriak tentang Omnibus Law karena mereka khawatir kalau nanti Indonesia lebih maju Malaysia akan tertinggal jauh," sambungnya.

Setiap tahunnya, lanjut dia, terdapat 2,9 juta angkatan kerja baru. Lalu, juga terdapat 3,5 juta orang kehilangan pekerjaannya. ‎Belum lagi jumlah pengangguran yang mencapai 6,9 juta orang.‎
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Viral Lagu MBG Mas Bahlil...
Viral Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng, Adi Prayitno: Suka Tidak Suka, Ini Menguntungkan Golkar
Golkar Sebut Pemilu...
Golkar Sebut Pemilu 2029 Bisa Gunakan Sistem e-Voting asal Prasyarat Ini Dipenuhi
Fahd Arafiq Restui Tajudin...
Fahd Arafiq Restui Tajudin Tabri Pimpin Golkar Depok, Target 11 Kursi
Golkar Beri Warning...
Golkar Beri Warning ke Gubernur Kaltim usai Didemo Warganya
Buruh Wanti-wanti RUU...
Buruh Wanti-wanti RUU Ketenagakerjaan: Jangan Sampai Terulang Omnibus Law Cipta Kerja
Rekomendasi
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
10 Universitas di Indonesia...
10 Universitas di Indonesia Ini Lulusannya Gampang Dapat Kerja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved