Tren Demokrasi Indonesia Turun, Nasdem: Pemerintah-DPR Perlu Instrospeksi

Senin, 26 Oktober 2020 - 13:10 WIB
loading...
Tren Demokrasi Indonesia...
Bendahara Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Sahroni mengatakan, survei Indikator Politik Indonesia yang menyebut tren demokrasi menurun perlu jadi bahan instrospeksi pemerintah dan DPR. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bendahara Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Sahroni menanggapi temuan survei Indikator Politik Indonesia pada Minggu (25/10/2020) kemarin. Hasilnya, ditemukan bahwa terjadi penurunan tren demokrasi dari 72% pada survei sebelumnya menjadi 62%, sehingga 36% publik menilai Indonesia saat ini kurang demokratis.

Menurut Sahroni, hasil survei ini perlu dijadikan bahan introspeksi untuk pemerintah dan DPR. Sebab, Indikator Politik Indonesia merupakan lembaga survei yang kredibel dan tentu saja memiliki metode riset yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Tentunya lembaga ini adalah lembaga yang kredibel, sehingga apapun hasilnya, itu harus menjadi bahan introspeksi untuk pemerintah dan parlemen," kata Sahroni saat dihubungi, Senin (26/10/2020). (Baca juga: Sebut Demokrasi Dibajak Pakai Covid-19, Jimly: Ada Gejala Diktator Konstitusional )

Namun demikian, Wakil Ketua Komisi III DPR ini juga mengingatkan, bahwa hasil yang didapatkan dari sebuah survei akan sangat tergantung dengan situasi dan kondisi saat survei tersebut dilakukan. Apalagi survei tersebut dilakukan saat pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga hari ini.

"Nah, ini yang harus kita lihat. Bagaimana kondisi kondisi saat survei dilakukan. Misalnya di saat pandemi, demonstrasi massa sudah pasti akan sulit karena alasan kesehatan. Tindakan represif aparat apabila didalami, juga karena banyak oknum yang melakukan tindakan pengerusakan bahkan menyerang aparat," ujarnya.

Oleh karena ini, legislator asal Tanjung Priok, Jakarta Utara ini mengajak masyarakat agar menjadikan hasil survei ini sebagai bahan evaluasi bersama dalam berdemokrasi. Bukan hanya pemerintah dan DPR tapi juga masyarakat luas. (Baca juga: Jimly Asshiddiqie: Demokrasi Global Mundur, Indonesia Mengikuti )

"Mari jadikan hasil survei ini sebagai bahan evaluasi bersama kita dalam berdemokrasi. Tidak hanya untuk pemerintah dan legislatif, tapi bagi publik juga," kata Sahroni.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melayat ke Rumah Duka,...
Melayat ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Rachmat Gobel sebagai Pribadi yang Baik dan Pekerja Keras
Kabar Duka, Anggota...
Kabar Duka, Anggota DPR Rachmat Gobel Meninggal Dunia
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Gebrakan Pelindo Diapresiasi,...
Gebrakan Pelindo Diapresiasi, Hasil Survei: 85% Lebih Pelanggan Puas
Mengejutkan! Konsumen...
Mengejutkan! Konsumen Usia 55 Tahun ke Atas Tertinggi Adopsi AI
Rekomendasi
5 Alasan Kematian 16...
5 Alasan Kematian 16 Tentara AS Picu Perang Iran Masuk ke Babak Baru yang Berbahaya
Dewan Eropa Tuding FIFA...
Dewan Eropa Tuding FIFA Buka Pintu Kecurangan
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
Berita Terkini
2 Sisi PFII: Potensi...
2 Sisi PFII: Potensi Risiko versus Presisi
Sidang Putusan Praperadilan...
Sidang Putusan Praperadilan Jilid II Roy Suryo Digelar Hari Ini
4 Kombes Pol Promosi...
4 Kombes Pol Promosi Jabatan ke Lemdiklat Polri dan Pecah Bintang dalam Mutasi Terbaru, Ini Daftar Namanya
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Seskab Teddy dan Menteri...
Seskab Teddy dan Menteri Ara Sirait Bahas Target Bedah 400.000 Rumah
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved