Pernah Salip Prabowo, Ganjar Punya Kans Bersaing di Pilpres 2024
Minggu, 25 Oktober 2020 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, elektabilitas mantan anggota DPR itu menyalip Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berdasarkan survei New Media Indonesia Research and Consulting. Berdasarkan hasil survei yang diumumkan pada Kamis 1 Oktober 2020 itu, elektabilitas Ganjar Pranowo 17,1 %, dan Prabowo 16,5%.
Sementara itu, lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencatat elektabilitas pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968 itu mencapai 16,2 persen pada Juli 2020, meningkat dari 11,8% di Mei 2020. Lembaga survei Indometer yang diumumkan pada Senin 27 Juli 2020 juga mencatat elektabilitas Ganjar naik dari sebelumnya 9,7% menjadi 15,4%.(Baca juga: Survei Indikator, Elektabilitas Ganjar di Urutan Teratas Capres 2024 )
Tak hanya itu, survei Vox Populi yang dilaksanakan 11-20 September 2020 juga mencatat elektabilitas Ganjar naik dua persen dari 15,6 persen menjadi 17,6%. Adapun elektabilitas Ganjar versi survei 6-12 Juli 2020 lembaga Charta Politika Indonesia sebesar 15,9% alias tertinggi kedua setelah Prabowo Subianto 17,5% . Selain itu, survei yang dilakukan Polmatrix Indonesia pada 1-10 September 2020 mencatat elektabilitas Ganjar Pranowo tertinggi kedua, yakni 13,9 persen naik tipis dari sebelumnya 13,7%.(Baca juga: Elektabilitas Ganjar, Anies, dan Prabowo Bukan Hanya Ditentukan Penanganan Covid-19 )
![Pernah Salip Prabowo, Ganjar Punya Kans Bersaing di Pilpres 2024]()
Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Kunto Adi Wibowo mengakui Ganjar memiliki peluang untuk ikut kontestasi Pilpres 2024. "Pak Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah tentu saja punya peluang, tetapi seberapa besar peluangnya nah ini masalahnya ada banyak variabel hitungan politik, kalau dari survei, elektabilitas beliau dan popularitas beliau memang tinggi sekarang, saingannya mungkin Ridwan Kamil yang sama-sama kepala daerah,"ujar Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Sabtu 24 Oktober 2020.
Namun, kata dia, masalahnya Pemilu 2024 masih jauh. Kunto yakin masih banyak masyarakat atau responden yang belum menentukan pilihan pada berbagai survei itu.
"Atau bahkan mereka menjawab sekenanya saja, dan Jawa Tengah, selain Jawa Barat kan juga Jawa Timur itu provinsi dengan pemilih terbesar, jadi sangat mungkin 3 provinsi itu punya tiga nama yang berbeda, misalnya Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jawa Barat Ridwan Kamil, Jawa Timur ada Bu Risma (Tri Rismaharini) dan Bu Khofifah. Jadi menurut saya elektabilitas survei masih belum bisa kita jadikan sebagai acuan prediksi untuk 2024 nanti," kata Kunto.
Sementara itu, lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencatat elektabilitas pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968 itu mencapai 16,2 persen pada Juli 2020, meningkat dari 11,8% di Mei 2020. Lembaga survei Indometer yang diumumkan pada Senin 27 Juli 2020 juga mencatat elektabilitas Ganjar naik dari sebelumnya 9,7% menjadi 15,4%.(Baca juga: Survei Indikator, Elektabilitas Ganjar di Urutan Teratas Capres 2024 )
Tak hanya itu, survei Vox Populi yang dilaksanakan 11-20 September 2020 juga mencatat elektabilitas Ganjar naik dua persen dari 15,6 persen menjadi 17,6%. Adapun elektabilitas Ganjar versi survei 6-12 Juli 2020 lembaga Charta Politika Indonesia sebesar 15,9% alias tertinggi kedua setelah Prabowo Subianto 17,5% . Selain itu, survei yang dilakukan Polmatrix Indonesia pada 1-10 September 2020 mencatat elektabilitas Ganjar Pranowo tertinggi kedua, yakni 13,9 persen naik tipis dari sebelumnya 13,7%.(Baca juga: Elektabilitas Ganjar, Anies, dan Prabowo Bukan Hanya Ditentukan Penanganan Covid-19 )

Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Kunto Adi Wibowo mengakui Ganjar memiliki peluang untuk ikut kontestasi Pilpres 2024. "Pak Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah tentu saja punya peluang, tetapi seberapa besar peluangnya nah ini masalahnya ada banyak variabel hitungan politik, kalau dari survei, elektabilitas beliau dan popularitas beliau memang tinggi sekarang, saingannya mungkin Ridwan Kamil yang sama-sama kepala daerah,"ujar Kunto Adi Wibowo kepada SINDOnews, Sabtu 24 Oktober 2020.
Namun, kata dia, masalahnya Pemilu 2024 masih jauh. Kunto yakin masih banyak masyarakat atau responden yang belum menentukan pilihan pada berbagai survei itu.
"Atau bahkan mereka menjawab sekenanya saja, dan Jawa Tengah, selain Jawa Barat kan juga Jawa Timur itu provinsi dengan pemilih terbesar, jadi sangat mungkin 3 provinsi itu punya tiga nama yang berbeda, misalnya Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jawa Barat Ridwan Kamil, Jawa Timur ada Bu Risma (Tri Rismaharini) dan Bu Khofifah. Jadi menurut saya elektabilitas survei masih belum bisa kita jadikan sebagai acuan prediksi untuk 2024 nanti," kata Kunto.
Lihat Juga :