Tak Sekadar Puntung Rokok, Ini Temuan Polisi Dalam Kebakaran di Kejagung
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 08:10 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya ditemukan cairan botol di tiap lantai. Botol tersebut ada lubang-lubangnya dan masih ada kandungan senyawa solar. Dari hasil penyelidikan berikutnya, barang tersebut banyak ditemukan di gudang. “Kalau yang di gudang masih dalam keadaan utuh. Dalam keadaan itu, setelah kami cek, kandungannya solar, bensin, dan pewangi. Tapi ketika sudah digunakan, otomatis pewanginya menguap dan bensinnya menguap, tinggal senyawa hidrokarbon fraksi solar," papar Haydar.
Puslabfor juga menganalisis alat pel di Kejagung. Sejumlah temuan ini memang menyebabkan kebakaran Kejagung yang begitu hebat. "Begitu juga dengan alat pelnya, dan ini digunakan tiap hari selama sekian lama karena kandungan yang dipakai mengandung kayu dan ada beberapa dari keramik. Gedung itu memang isinya ornamen-ornamen kayu maupun kertas yang ada di dalam," ungkapnya.
Haydar kemudian menjelaskan mengapa dalam kebakaran Gedung Kejagung api dari atas bisa merembet ke bawah. Apa penyebabnya? Menurut dia, akseleran yang dipakai menggunakan ACP-ACP dan ACP-ACP inilah akseleran api dari atas kemudian turun ke lantai 5, turun ke lantai 4, begitu seterusnya menjalar hingga lantai dasar. “Api kemudian masuk ke tiap lorong. Pola-pola api itu tampak sekali. Yang mengawali itu seluruhnya lantai 6," katanya.
Guru besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University Bambang Hero Saharjo membeberkan bagaimana kebakaran Gedung Kejagung cepat menyebar ke seluruh lantai lantaran suhu api yang tinggi dan mampu menembus kaca. “Kenapa seluruh gedung sampai terbakar karena apinya menembus kaca dan suhunya itu yang dijebol sekitar 120 derajat sehingga dari situ memakan atau mengonsumsi ACP (akseleran). Itu indikasi awal kami sehingga dari situ kami menyimpulkan bahwa memang betul yang disampaikan Pak Direktur (Dirtipidum), kejadian itu terjadi di lantai 6," ujarnya. (Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Tulang)
Dari hasil olah TKP bersama tim Labfor Polri, Bambang menuturkan penyebab kebakaran Kejagung bukan percikan api, melainkan open flame. Hal itu juga berdasarkan bukti ilmiah dan penelitian beberapa instrumen. "Bisa saja misalnya pengakuan saksi itu ke kiri dan kanan, tapi dalam pengungkapan kasus kami butuh bukti ilmiah dan untuk itulah kami menggunakan beberapa instrumen dan akhirnya betul sepakat kejadian kebakaran itu di lantai 6," paparnya.
Selain itu, akseleran di Gedung Kejagung sudah tersimpan cukup lama. Akseleran itu juga yang menjadi penyebab cepatnya api menyebar ke seluruh gedung. "Terungkap juga tadi beberapa akseleran itu memang ternyata sudah bertahan cukup lama di Gedung Kejaksaan itu, sehingga itulah yang menjadi salah satu akseleratornya," ungkap Bambang.
Puslabfor juga menganalisis alat pel di Kejagung. Sejumlah temuan ini memang menyebabkan kebakaran Kejagung yang begitu hebat. "Begitu juga dengan alat pelnya, dan ini digunakan tiap hari selama sekian lama karena kandungan yang dipakai mengandung kayu dan ada beberapa dari keramik. Gedung itu memang isinya ornamen-ornamen kayu maupun kertas yang ada di dalam," ungkapnya.
Haydar kemudian menjelaskan mengapa dalam kebakaran Gedung Kejagung api dari atas bisa merembet ke bawah. Apa penyebabnya? Menurut dia, akseleran yang dipakai menggunakan ACP-ACP dan ACP-ACP inilah akseleran api dari atas kemudian turun ke lantai 5, turun ke lantai 4, begitu seterusnya menjalar hingga lantai dasar. “Api kemudian masuk ke tiap lorong. Pola-pola api itu tampak sekali. Yang mengawali itu seluruhnya lantai 6," katanya.
Guru besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University Bambang Hero Saharjo membeberkan bagaimana kebakaran Gedung Kejagung cepat menyebar ke seluruh lantai lantaran suhu api yang tinggi dan mampu menembus kaca. “Kenapa seluruh gedung sampai terbakar karena apinya menembus kaca dan suhunya itu yang dijebol sekitar 120 derajat sehingga dari situ memakan atau mengonsumsi ACP (akseleran). Itu indikasi awal kami sehingga dari situ kami menyimpulkan bahwa memang betul yang disampaikan Pak Direktur (Dirtipidum), kejadian itu terjadi di lantai 6," ujarnya. (Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Tulang)
Dari hasil olah TKP bersama tim Labfor Polri, Bambang menuturkan penyebab kebakaran Kejagung bukan percikan api, melainkan open flame. Hal itu juga berdasarkan bukti ilmiah dan penelitian beberapa instrumen. "Bisa saja misalnya pengakuan saksi itu ke kiri dan kanan, tapi dalam pengungkapan kasus kami butuh bukti ilmiah dan untuk itulah kami menggunakan beberapa instrumen dan akhirnya betul sepakat kejadian kebakaran itu di lantai 6," paparnya.
Selain itu, akseleran di Gedung Kejagung sudah tersimpan cukup lama. Akseleran itu juga yang menjadi penyebab cepatnya api menyebar ke seluruh gedung. "Terungkap juga tadi beberapa akseleran itu memang ternyata sudah bertahan cukup lama di Gedung Kejaksaan itu, sehingga itulah yang menjadi salah satu akseleratornya," ungkap Bambang.
Lihat Juga :