Pekan Kebudayaan Nasional 2020 Bakal Libatkan 4,791 Seniman
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga adalah pameran dalam bentuk visual dan audio-visual yang akan dihelat di Galeri Nasional dan Museum Nasional. Yang terakhir adalah pergelaran. Selain pertunjukan seni berbasis objek pemajuan kebudayaan, juga akan ada pertunjukan yang ditujukan bagi generasi muda. "Akan ada 93 pergelaran yang sekarang sedang disiapkan," imbuhnya. (Baca juga: Daftar Aplikasi dan Situs untuk Bantuan Kuota Data Ditambah)
Tujuan utama dari PKN yang tetap digelar selama pandemi ini adalah untuk memberikan ruang ekspresi seni dan budaya kepada masyarakat, juga untuk menggerakkan ekonomi budaya di tengah Covid-19. Lalu untuk mewujudkan keberpihakan kepada seniman dan pekerja seni. Terakhir memberikan tolok ukur kinerja dan kualitas kegiatan ekspresi seni dan budaya secara daring.
"Saya kira PKN ini adalah wujud konkret dari pemikiran bahwa selama pandemi kita tidak menyerah, tidak tunduk. Kita tetap memperjuangkan (pemajuan kebudayaan), eksistensi, dan bahkan mencari jalan apa yang bisa dipersembahkan oleh kebudayaan di tengah situasi pandemi ini," ujar Farid.
Untuk diketahui, pemerintah melalui Kemendikbud dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) jauh sebelumnya telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif. Terbitnya SKB Kemendikbud dan Kemenparkeraf ini menjadi pegangan legal atau payung hukum yang jelas guna menghidupkan kembali kegiatan seni dan budaya serta ekonomi kreatif secara khusus. (Baca juga: Bioskop Mulai Dibuka, Ini 10 Tips Aman saat ke Bioskop)
Saat ini aktivitas yang paling mungkin dilakukan para pelaku seni salah satunya kegiatan belajar mengajar di sanggar yang tentu dilakukan dengan menerapkan aturan sesuai dengan protokol kesehatan. Sesuai dengan isi SKB tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, pelatihan diawali dengan pengecekan suhu tubuh dan hanya diikuti 15 sampai 20 orang setiap latihan (separuh jumlah anak didik) untuk mencegah para peserta tidak berkerumun.
Tujuan utama dari PKN yang tetap digelar selama pandemi ini adalah untuk memberikan ruang ekspresi seni dan budaya kepada masyarakat, juga untuk menggerakkan ekonomi budaya di tengah Covid-19. Lalu untuk mewujudkan keberpihakan kepada seniman dan pekerja seni. Terakhir memberikan tolok ukur kinerja dan kualitas kegiatan ekspresi seni dan budaya secara daring.
"Saya kira PKN ini adalah wujud konkret dari pemikiran bahwa selama pandemi kita tidak menyerah, tidak tunduk. Kita tetap memperjuangkan (pemajuan kebudayaan), eksistensi, dan bahkan mencari jalan apa yang bisa dipersembahkan oleh kebudayaan di tengah situasi pandemi ini," ujar Farid.
Untuk diketahui, pemerintah melalui Kemendikbud dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) jauh sebelumnya telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif. Terbitnya SKB Kemendikbud dan Kemenparkeraf ini menjadi pegangan legal atau payung hukum yang jelas guna menghidupkan kembali kegiatan seni dan budaya serta ekonomi kreatif secara khusus. (Baca juga: Bioskop Mulai Dibuka, Ini 10 Tips Aman saat ke Bioskop)
Saat ini aktivitas yang paling mungkin dilakukan para pelaku seni salah satunya kegiatan belajar mengajar di sanggar yang tentu dilakukan dengan menerapkan aturan sesuai dengan protokol kesehatan. Sesuai dengan isi SKB tentang Panduan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Bidang Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, pelatihan diawali dengan pengecekan suhu tubuh dan hanya diikuti 15 sampai 20 orang setiap latihan (separuh jumlah anak didik) untuk mencegah para peserta tidak berkerumun.
Lihat Juga :