Presiden PKS Imbau Kader Bangun Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19
Kamis, 07 Mei 2020 - 20:47 WIB
loading...
Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman mengimbau para kader PKS untuk berkontribusi dalam membangun ketahanan pangan nasional akibat pandemi COVID-19. Foto/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mohamad Sohibul Iman mengimbau para kader PKS untuk berkontribusi dalam membangun ketahanan pangan nasional akibat pandemi COVID-19. Hal itu dikemukakannya dalam diskusi daring bertajuk ‘Membangun Ketahanan Pangan dan Ketahanan Petani di Era Pandemi COVID-19’ pada Kamis (07/05/2020).
“Saya mengimbau kepada seluruh keluarga besar PKS dan siapapun yang punya kesadaran untuk membangun ketahanan pangan Indonesia. Mari bersama dekat dengan alam, cintai tanaman, cintai pangan, jadikan bertanam sebagai hobi,” ajak Sohibul.
Sohibul berpendapat masyarakat Indonesia harus kembali melakukan gerakan dekat kembali ke alam dan menjadikan bertaman menjadi hobi dan gaya hidup. Ia menyebut adanya COVID-19 saat ini bisa memacu peningkatan masyarakat yang berkecimpung dalam pengelolaan argo industri.
“Nanti pangan-pangan yang ringan bisa dipenuhi oleh rumah tangga, adapun pangan yang lebih besar itu nanti dipenuhi oleh petani profesional atau pengusaha di argo industri,” jelasnya.
Ia melihat kelemahan rakyat Indonesia saat ini adalah tercerabut dari kedekatannya dengan alam. Pembangunan ketahanan nasional harus dimulai dari menjadikan bertanam sebagai hobi masyarakat.
“Saya mengimbau kepada seluruh keluarga besar PKS dan siapapun yang punya kesadaran untuk membangun ketahanan pangan Indonesia. Mari bersama dekat dengan alam, cintai tanaman, cintai pangan, jadikan bertanam sebagai hobi,” ajak Sohibul.
Sohibul berpendapat masyarakat Indonesia harus kembali melakukan gerakan dekat kembali ke alam dan menjadikan bertaman menjadi hobi dan gaya hidup. Ia menyebut adanya COVID-19 saat ini bisa memacu peningkatan masyarakat yang berkecimpung dalam pengelolaan argo industri.
“Nanti pangan-pangan yang ringan bisa dipenuhi oleh rumah tangga, adapun pangan yang lebih besar itu nanti dipenuhi oleh petani profesional atau pengusaha di argo industri,” jelasnya.
Ia melihat kelemahan rakyat Indonesia saat ini adalah tercerabut dari kedekatannya dengan alam. Pembangunan ketahanan nasional harus dimulai dari menjadikan bertanam sebagai hobi masyarakat.
Lihat Juga :