Relawan Jokowi: Menteri yang Orientasinya 2024 Sebaiknya Dicopot
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga mengharapkan jika reshuflfe dilakukan maka presiden perlu menunjuk orang yang benar-benar yang seirama dengan beliau tanpa terbebani dengan kepentingan politik praktis 2024.
"Pada satu kesempatan, saya pernah membaca satu ungkapan yang menjelaskan, jika pada waktu bersamaan terdapat sepuluh berita baik, maka hanya dua orang yang tertarik untuk menerimanya. Sedangkan dua berita buruk yang disampaikan, akan terdapat sepuluh orang yang tertarik menerimanya. Terlihat begitu pentingnya komunikasi publik seorang menteri atau pembantu presiden," ungkap mantan politikus Demokrat ini.
Menurut Darmizal, buruknya komunikasi menteri sangat merugikan prestasi yang dicapai presiden selama ini. Para pembantu presiden harus dapat mengaflifier dengan baik segala capaian, rancangan strategis dan pembangunan yang dilakukan pemerintah.
Mereka yang sulit fokus membantu Presiden, kata Darmizal, atau yang orientasinya lebih kuat untuk kepentingan tahun 2024 sebaiknya mundur sebelum dicopot.
"Semua demi menjaga pemerintahan dan negara ini agar tetap survive di masa pandemi Covid-19 dan tekanan lainnya," ujarnya.
"Pada satu kesempatan, saya pernah membaca satu ungkapan yang menjelaskan, jika pada waktu bersamaan terdapat sepuluh berita baik, maka hanya dua orang yang tertarik untuk menerimanya. Sedangkan dua berita buruk yang disampaikan, akan terdapat sepuluh orang yang tertarik menerimanya. Terlihat begitu pentingnya komunikasi publik seorang menteri atau pembantu presiden," ungkap mantan politikus Demokrat ini.
Menurut Darmizal, buruknya komunikasi menteri sangat merugikan prestasi yang dicapai presiden selama ini. Para pembantu presiden harus dapat mengaflifier dengan baik segala capaian, rancangan strategis dan pembangunan yang dilakukan pemerintah.
Mereka yang sulit fokus membantu Presiden, kata Darmizal, atau yang orientasinya lebih kuat untuk kepentingan tahun 2024 sebaiknya mundur sebelum dicopot.
"Semua demi menjaga pemerintahan dan negara ini agar tetap survive di masa pandemi Covid-19 dan tekanan lainnya," ujarnya.
(dam)