Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Harus Tuntut China
Kamis, 07 Mei 2020 - 16:04 WIB
loading...
Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Terungkapnya kasus perbudakan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) ikan China menjadi perbincangan publik.
Kasus ini mencuat setelah media Korea Selatan, MBC yang disiarkan pada Selasa 5 Mei 2020. Dalam laporannya, MBC menyebut ABK di atas kapal tersebut harus bekerja 18 jam sehari.
MBC juga menyoroti jenazah ABK WNI yang dilempar atau dilarung ke laut. Belakangan diketahui sebelumnya ada dua WNI lainnya yang dilarung ke laut.Peristiwa itu terjadi di perairan Selandia Baru. (Baca juga: Video: WNI Kerja Bak Budak di Kapal China, Meninggal Dibuang di Laut )
Peristiwa tersebut mengundang keprihatinan sejumlah pihak di Tanah Air. Desakan agar Pemerintah Indonesia menyikapi kasus ini pun bermunculan. Salah satunya dari anggota DPR Fadli Zon.
Fadli meminta agar Pemerintah Indonesia melakukan investigasi atas persoalan ini. Jika ternyata informasi yang disampaikan MBC benar, Indonesia harus bersikap tegas.
Kasus ini mencuat setelah media Korea Selatan, MBC yang disiarkan pada Selasa 5 Mei 2020. Dalam laporannya, MBC menyebut ABK di atas kapal tersebut harus bekerja 18 jam sehari.
MBC juga menyoroti jenazah ABK WNI yang dilempar atau dilarung ke laut. Belakangan diketahui sebelumnya ada dua WNI lainnya yang dilarung ke laut.Peristiwa itu terjadi di perairan Selandia Baru. (Baca juga: Video: WNI Kerja Bak Budak di Kapal China, Meninggal Dibuang di Laut )
Peristiwa tersebut mengundang keprihatinan sejumlah pihak di Tanah Air. Desakan agar Pemerintah Indonesia menyikapi kasus ini pun bermunculan. Salah satunya dari anggota DPR Fadli Zon.
Fadli meminta agar Pemerintah Indonesia melakukan investigasi atas persoalan ini. Jika ternyata informasi yang disampaikan MBC benar, Indonesia harus bersikap tegas.
Lihat Juga :