Bara JP Sebut Setahun Pemerintahan Jokowi 70% Tangani Covid-19
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
Soal perlambatan ekonomi, Viktor mengingatkan, tak hanya Indonesia namun hampir seluruh negara di dunia kewalahan menghadapi pandemi ini. Banyak negara mengalami kemorosotan yang sangat dalam. (Baca juga: Pertemuan Jokowi dan PM Jepang Soroti Situasi Laut China Selatan)
“Namun, dari data yang kita miliki dan dari perkiraan banyak ekonom, resesi yang dialami Indonesia diperkirakan tidak sedalam negara-negara tetangga seperti India, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura, maupun negara-negara maju di kawasan Eropa dan Amerika Serikat,” ucapnya.
Ia menunjukkan data, pada kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi Malaysia tercatat 0,7%. Adapun pada kuartal II anjlok -17,1%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Filipina pada kuartal I -0,7% dan pada kuartal II -16,5%. Sementara pertumbuhan ekonomi Singapura pada kuartal I -0,3% dan pada kuartal II -13,2%.
“Sementara Indonesia, di triwulan I 2020 memang melambat signifikan ke level 2,97% setelah muncul kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Namun memasuki triwulan III tahun 2020 kondisi ekonomi sedikit membaik,” tandasnya.
Ia mengatakan krisis yang tak terlalu dalam ini tidak lepas dari pilihan kebijakan pemerintah untuk tidak lockdown pada awal-awal persoalan Covid sangat tepat. “Ini menunjukkan ketenangan dan keberanian Jokowi mengambil kebijakan yang mungkin merupakan kebijakan tidak populer saat itu,” tuturnya.
“Namun, dari data yang kita miliki dan dari perkiraan banyak ekonom, resesi yang dialami Indonesia diperkirakan tidak sedalam negara-negara tetangga seperti India, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura, maupun negara-negara maju di kawasan Eropa dan Amerika Serikat,” ucapnya.
Ia menunjukkan data, pada kuartal I 2020, pertumbuhan ekonomi Malaysia tercatat 0,7%. Adapun pada kuartal II anjlok -17,1%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Filipina pada kuartal I -0,7% dan pada kuartal II -16,5%. Sementara pertumbuhan ekonomi Singapura pada kuartal I -0,3% dan pada kuartal II -13,2%.
“Sementara Indonesia, di triwulan I 2020 memang melambat signifikan ke level 2,97% setelah muncul kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Namun memasuki triwulan III tahun 2020 kondisi ekonomi sedikit membaik,” tandasnya.
Ia mengatakan krisis yang tak terlalu dalam ini tidak lepas dari pilihan kebijakan pemerintah untuk tidak lockdown pada awal-awal persoalan Covid sangat tepat. “Ini menunjukkan ketenangan dan keberanian Jokowi mengambil kebijakan yang mungkin merupakan kebijakan tidak populer saat itu,” tuturnya.