Demo UU Ciptaker, Mahasiswa Diingatkan Hindari Aksi Anarkis
Selasa, 20 Oktober 2020 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Politisi berparas cantik ini juga meminta para mahasiswa untuk menyadari jika aksi anarkis saat beruntuk rasa dapat menjadi momok bagi eksponen warga Jakarta lainnya, seperti para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
"Tidak sedikit pelaku UMKM menutup usaha mereka karena takut usahanya ikut menjadi sasaran aksi anarkis unjuk rasa, ini kan yang ga bener. Tolong adik-adikku (mahasiswa) lihat mereka, hanya rakyat kecil yang berupaya hidup ditengah situasi kondisi global (Covid 19), jangan mau jadi momok bagi mereka," tegasnya.
Wanita jelita itu memastikan dampak tidak berjalannya roda ekonomi rakyat khususnya pelaku UMKM, sangat berimbas pada pendapatan daerah.
"Oh itu pasti (berimbas), mengingat salah satu pendapatan terbesar Pemprov DKI Jakarta kan dari restribusi yang rutin dibayarkan oleh pelaku UMKM, kalau usaha mereka enggak jalan, otomatis kita enggak ada pemasukan" jelasnya.
Esti Arimi Putri juga meminta massa pengunjuk rasa untuk sadar jika pembangunan fasilitas umum yang rusak memerlukan biaya yang besar dan waktu yang cukup lama agar dapat kembali digunakan oleh masyarakat.
Selain itu, anggaran pembangunan tersebut sebenarnya juga dapat memperkuat program-program kesejahteraan warga Jakarta lainnya.
"Tidak sedikit pelaku UMKM menutup usaha mereka karena takut usahanya ikut menjadi sasaran aksi anarkis unjuk rasa, ini kan yang ga bener. Tolong adik-adikku (mahasiswa) lihat mereka, hanya rakyat kecil yang berupaya hidup ditengah situasi kondisi global (Covid 19), jangan mau jadi momok bagi mereka," tegasnya.
Wanita jelita itu memastikan dampak tidak berjalannya roda ekonomi rakyat khususnya pelaku UMKM, sangat berimbas pada pendapatan daerah.
"Oh itu pasti (berimbas), mengingat salah satu pendapatan terbesar Pemprov DKI Jakarta kan dari restribusi yang rutin dibayarkan oleh pelaku UMKM, kalau usaha mereka enggak jalan, otomatis kita enggak ada pemasukan" jelasnya.
Esti Arimi Putri juga meminta massa pengunjuk rasa untuk sadar jika pembangunan fasilitas umum yang rusak memerlukan biaya yang besar dan waktu yang cukup lama agar dapat kembali digunakan oleh masyarakat.
Selain itu, anggaran pembangunan tersebut sebenarnya juga dapat memperkuat program-program kesejahteraan warga Jakarta lainnya.
Lihat Juga :