Cegah Klaster Libur Panjang, Tito Karnavian: Lebih Baik Beres-beres di Rumah
Senin, 19 Oktober 2020 - 18:13 WIB
loading...
A
A
A
“Nah oleh karena itu menahan diri untuk tidak berlibur ke tempat yang kita tahu akan banyak kerumunan. Seperti puncak misalnya, atau di daerah Bandung, di pantai dan lain-lain,” tuturnya
Tito berharap agar kepala daerah di masing-masing wilayah dapat menjaga mekanisme pertahanan yang selama ini sudah berjalan. Hal ini sebagaimana seperti liburan lebaran yang lalu.
“Misalnya kampung sehat, kelurahan sehat. Dimana warga-warga yang datang dari luar, mereka diyakinkan sudah melaksanakan tes dan kemudian ketika berinteraksi dengan warga mereka tidak menjadi penular,” jelasnya.
Tito juga meminta kepala daerah bersama pengelola tempat-tempat wisata untuk mencegah terjadinya kerumunan. Maka dari itu tempat wisata tersebut harus dikelola sedemikian rupa. (Baca juga: Bertambah 3.373, Ini Sebaran Penambahan Kasus COVID-19 di 34 Provinsi)
“Diberikan pengumuman, disampaikan kepada warga, agar tempat itu tidak melebihi kapasitas misalnya 50% atau 30% dilakukan secara bergelombang dan lain-lain. Ini peran penting forkopimda, mesin forkopimda. Mesin forkopimda harus gerak. Karena hanya mesin itu yang bisa menjaga,” pungkasnya.
Tito berharap agar kepala daerah di masing-masing wilayah dapat menjaga mekanisme pertahanan yang selama ini sudah berjalan. Hal ini sebagaimana seperti liburan lebaran yang lalu.
“Misalnya kampung sehat, kelurahan sehat. Dimana warga-warga yang datang dari luar, mereka diyakinkan sudah melaksanakan tes dan kemudian ketika berinteraksi dengan warga mereka tidak menjadi penular,” jelasnya.
Tito juga meminta kepala daerah bersama pengelola tempat-tempat wisata untuk mencegah terjadinya kerumunan. Maka dari itu tempat wisata tersebut harus dikelola sedemikian rupa. (Baca juga: Bertambah 3.373, Ini Sebaran Penambahan Kasus COVID-19 di 34 Provinsi)
“Diberikan pengumuman, disampaikan kepada warga, agar tempat itu tidak melebihi kapasitas misalnya 50% atau 30% dilakukan secara bergelombang dan lain-lain. Ini peran penting forkopimda, mesin forkopimda. Mesin forkopimda harus gerak. Karena hanya mesin itu yang bisa menjaga,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :