Jurus Pondok Pesantren Darunnajah Tekan Penyebaran Covid-19

Senin, 19 Oktober 2020 - 15:17 WIB
loading...
Jurus Pondok Pesantren...
Pembatasan akses keluar masuk orang dengan sistem satu pintu dan penegakan sanksi tegas terhadap pelanggar prokes jadi kunci Ponpes Darunnajah Jakarta memutus penyebaran wabah
A A A
JAKARTA - Pembatasan akses keluar masuk orang dengan sistem satu pintu dan penegakan sanksi tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan jadi kunci Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta memutus mata rantai penyebaran wabah coronavirus (Covid-19).

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah K.H. Sofwan Manaf mengatakan, tujuhbelas pondok pesantren yang dikelolanya sudah melakukan belajar tatap muka dan sisanya dua pesantrennya, di Jakarta dan Bogor, masih belajar daring (online).

Dari seluruh Pondok Pesantren Darunnajah total tercatat 13.500 santri yang belajar di pondok pesantren tersebut.

Dalam talkshow 'Sosialisasi Iman, Aman, dan Imun Hadapi Covid-19' di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta, Jumat (16/10/2020) siang, Kyai Sofwan mengungkapkan selama pandemi ini hanya satu kampus yang terpapar Covid-19 melalui salah seorang santrinya.

Virus itu diduga tertular dari keluarga. Namun tim Satgas Ponpes Darunnajah cepat melakukan tindakan dengan membawa anak tersebut melakukan swab test dan seluruh santri di pondok menjalani rapid test oleh dinas kesehatan terkait.

"Koordinasi Satgas Darunnajah dan Dinkes bagus sekali sehingga langkah cepat ini langsung bisa menekan penyebaran virus Covid-19," ujar Kyai Sofwan melalui zoom.

Keberhasilan menekan penyebaran virus di pesantren yang dipimpinnya itu, lanjut Kyai Sofwan, dilakukan dengan menerapkan satu pintu masuk atau yang disebut "One gate system,” guna membatasi lalu lintas orang.

"Biasanya dari kasus seperti pesantren itu karena ada orang keluar masuk dan bersentuhan dengan pihak luar, kemudian kembali ke pesantren," ujar Kyai Sofwan.

Selain pembatasan akses masuk, Satgas Pondok Pesantren Darunnajah juga menegakkan peraturan tambahan kepada santrinya yang akan masuk ke pasantren dengan empat tahap, salah satunya adalah melakukan isolasi mandiri sebelum bergabung dengan santri lainnya.

Selain itu aturan menggunakan masker bagi santri, guru, dan pengelola di lingkungan pesantren. Bahkan, khusus untuk menggunakan masker, siapapun yang ketahuan tanpa masker maka dikenakan sanksi denda Rp250.000.

"Memang mengubah perilaku dari tak siap menjadi siap itu harus dipaksa," papar Kyai Sofwan.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Dr. Sonny Harry D. Harmadi mengatakan pesantren diharapkan jadi ujung tombak di masyarakat dalam mensosialisasikan perubahan perilaku guna menekan virus corona melalui keteladanan dan edukasi.

Pondok pesantren merupakan kumpulan kaum cendikiawan, selain menerapkan pada dirinya juga memberitahukan kepada masyarakat. "Kyai ini menjadi teladan bagi masyarakat sekitarnya sehingga sosialisasi yang dilakukan sangat efektif. Pondok Pesantren Darunnajah bisa menjadi contoh bagi pondok-pondok pesantren lainnya di Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan," kata Sonny Harmadi.

Sonny menambahkan selain aturan ketat yang sudah diterapkan, pesantren juga bisa menerapkan santrinya menggunakan peralatan pribadi dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya peralatan makan dan beribadah guna menghindari penyebaran virus.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan perubahan perilaku paling penting dalam mengantisipasi penyebaran virus corona. Alasannya, penularan virus ini dari manusia yang masuk melalui mata, hidung, dan mulut.

"Perubahan perilaku ini menjadi penting. Pakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan, serta cuci tangan pakai sabun di air mengalir upaya efektif menangkal Covid-19," ujar Prof. Wiku Adisasmito.
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Pemerintah Batal Terapkan...
Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Daring bagi Siswa
Apel Kesiapsiagaan Karhutla...
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
Hujan Deras Intai Indonesia...
Hujan Deras Intai Indonesia hingga Sepekan ke Depan, BNPB: Minta Masyarat Waspada
BNPB: Huntara untuk...
BNPB: Huntara untuk Warga Aceh Ditargetkan Rampung Sebelum Ramadan
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
BNPB Sebut Cuaca Ekstrem...
BNPB Sebut Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Sejumlah Wilayah di Indonesia
Banjir Terjang Sejumlah...
Banjir Terjang Sejumlah Daerah di Indonesia, Ribuan Warga Terdampak
Rekomendasi
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
Atletik Indonesia Bersinar...
Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved