KSBN Berharap Budaya Sopan Santun Digelorakan demi Keutuhan Bangsa
Senin, 19 Oktober 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
“Kita memang tidak mungkin menolak budaya asing yang masuk ke Indonesia. Tapi, kita bisa mengurangi, bahkan menepis pengaruh tersebut lewat penguatan nilai-nilai tradisi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, menggunakan pakaian Nusantara, mengonsumsi makanan Nusantara, hingga mengimplementasi perilaku Nusantara,” tuturnya. (Baca juga: Cukupi Nutrisi si Kecil di Masa Pandemi)
Dalam kesempatan tersebut, Hendardji juga meminta pemerintah lebih transparan dalam kebijakan anggaran seni budaya sebab pembangunan berbasis budaya sebagaimana yang diamanatkan UU Nomor 5 Tahun 2017 menjadi tanggung jawab pemerintah, terutama dalam pembiayaan. Apalagi, membangun manusia Indonesia seutuhnya telah disinggung dalam sepuluh unsur UU Pemajuan Kebudayaan.
“Saya berharap 5% dari APBN harus diarahkan untuk pengembangan budaya. Itu sangat penting untuk membangun seni budaya. Dan, harusnya ada konsolidasi anggaran, berapa persen budaya, berapa persen yang lainnya, biar jadi jelas. Wujudnya apa, programnya seperti apa,” katanya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas RRI Hasto Kuncoro sangat mengapresiasi upaya KSBN yang dipimpin Hendardji terkait pemajuan kebudayaan. Dia juga mengaku sangat setuju jika budaya Indonesia harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat. (Lihat videonya: Napi WNA Kabur dari Lapas Tangerang Ditemukan Tewas di Bogor)
“Kalau zamannya Bung Karno, panglimanya politik. Zaman Pak Harto, Pak SBY, dan Pak Jokowi, panglimanya ekonomi. Dan, mungkin sudah saatnya negara ini ke depan panglimanya kebudayaan, agar kebudayaan yang kita miliki lebih dihargai baik di dalam negeri maupun dunia internasional,” ucap Hasto. (M Ridwan)
Dalam kesempatan tersebut, Hendardji juga meminta pemerintah lebih transparan dalam kebijakan anggaran seni budaya sebab pembangunan berbasis budaya sebagaimana yang diamanatkan UU Nomor 5 Tahun 2017 menjadi tanggung jawab pemerintah, terutama dalam pembiayaan. Apalagi, membangun manusia Indonesia seutuhnya telah disinggung dalam sepuluh unsur UU Pemajuan Kebudayaan.
“Saya berharap 5% dari APBN harus diarahkan untuk pengembangan budaya. Itu sangat penting untuk membangun seni budaya. Dan, harusnya ada konsolidasi anggaran, berapa persen budaya, berapa persen yang lainnya, biar jadi jelas. Wujudnya apa, programnya seperti apa,” katanya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas RRI Hasto Kuncoro sangat mengapresiasi upaya KSBN yang dipimpin Hendardji terkait pemajuan kebudayaan. Dia juga mengaku sangat setuju jika budaya Indonesia harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat. (Lihat videonya: Napi WNA Kabur dari Lapas Tangerang Ditemukan Tewas di Bogor)
“Kalau zamannya Bung Karno, panglimanya politik. Zaman Pak Harto, Pak SBY, dan Pak Jokowi, panglimanya ekonomi. Dan, mungkin sudah saatnya negara ini ke depan panglimanya kebudayaan, agar kebudayaan yang kita miliki lebih dihargai baik di dalam negeri maupun dunia internasional,” ucap Hasto. (M Ridwan)
(ysw)
Lihat Juga :