Din Syamsuddin, Tokoh Muhammadiyah yang Konsisten Kritis dari Dulu hingga Kini
Minggu, 18 Oktober 2020 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
Kegiatan organisasi Din pun berlanjut ke Pemuda Muhammadiyah, hingga dirinya didapuk menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah. Din sudah dianggap tokoh Muhammadiyah yang kritis terhadap pemerintah.
Lalu pada 2014, Din Syamsuddin Resmi Jadi Ketua Umum MUI sebagai ketua umum menggantikan Sahal Mahfudz yang meninggal dunia pada Jumat 24 Januari 2014. Pada tahun 2015, ia digantikan oleh KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI yang baru.
Selain keorganisasian, Din pun sempat terjun ke dunia politik sekitar 7 tahun lamanya sejak tahun 1993. Din dipercaya untuk menjadi Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan DPP Golkar dan pernah menjadi Anggota MPR dari Fraksi Golongan Karya serta sempat ditunjuk untuk menjadi Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Depnaker RI.
Namun mulai tahun 2000, Din mengundurkan diri dari dunia politik dan aktif di dunia akademisi, organisasi keagamaan, dan sosial. Ia menjadi dosen di berbagai Perguruan Tinggi, seperti UMJ, UHAMKA, UI, dan UIN. Gelar kehormatan Guru Besar pun telah diperolehnya dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Din juga aktif di dunia Internasional, seperti di Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), World Islamic People's Leadership (WIPL), World Council of World Islamic Call Society (WCWICS), Asian Committee on Religions for Peace (ACRP), serta World Peace Forum (WPF).
Lalu pada 2014, Din Syamsuddin Resmi Jadi Ketua Umum MUI sebagai ketua umum menggantikan Sahal Mahfudz yang meninggal dunia pada Jumat 24 Januari 2014. Pada tahun 2015, ia digantikan oleh KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI yang baru.
Selain keorganisasian, Din pun sempat terjun ke dunia politik sekitar 7 tahun lamanya sejak tahun 1993. Din dipercaya untuk menjadi Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan DPP Golkar dan pernah menjadi Anggota MPR dari Fraksi Golongan Karya serta sempat ditunjuk untuk menjadi Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja, Depnaker RI.
Namun mulai tahun 2000, Din mengundurkan diri dari dunia politik dan aktif di dunia akademisi, organisasi keagamaan, dan sosial. Ia menjadi dosen di berbagai Perguruan Tinggi, seperti UMJ, UHAMKA, UI, dan UIN. Gelar kehormatan Guru Besar pun telah diperolehnya dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Din juga aktif di dunia Internasional, seperti di Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), World Islamic People's Leadership (WIPL), World Council of World Islamic Call Society (WCWICS), Asian Committee on Religions for Peace (ACRP), serta World Peace Forum (WPF).
Lihat Juga :