Sebelum Ada Vaksin Covid-19, Pemerintah Disarankan Suntikkan Vaksin Influenza

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 11:26 WIB
loading...
Sebelum Ada Vaksin Covid-19,...
Pemerintah disarankan menggunakan vaksin influenza untuk vaksinasi sebelum vaksin Covid-19 benar-benar tersedia. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Seluruh dunia saat ini sedang menunggu kehadiran vaksin Covid-19 . Sembari menunggu Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dirga Sakti Rambe menyarakan agar masyarakat disuntik vaksin influenza.

Dirga menjelaskan, menerangkan vaksin merupakan suatu zat yang diberikan kepada seseorang untuk memicu kekebalan terhadap suatu penyakit. Syarat utama, vaksin aman dan efektif untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Dirga mengungkapkan kandungan vaksin yang utama adalah antigen. Vaksin bisa berasal dari virus atau bakteri yang nantinya dimasukkan ke dalam tubuh manusia dan membentuk antibodi.

“Vaksin itu tidak selalu berasal dari virus atau bakteri yang dilemahkan. Ada komponen lain, seperti Ajuvan untuk memperkuat imunogenisitas vaksin dan stabilizer untuk menjaga efektivitas vaksin selama penyimpanan. Semua kandungan dalam vaksin itu aman. Jangan membayangkan yang aneh-aneh,” ujar Dirga dalam diskusi daring dengan tema “Mengapa Vaksin Penting? Perlukan untuk Orang Dewasa”, Kamis (15/10/2020).

(Baca: Satgas: Belum Ada Laporan Efek Samping dari Uji Klinis Vaksin Covid-19)

Di masa pandemi Covid-19, World Health Organization (WHO) menyarankan semua orang melakukan divaksin influenza. Dirga mengatakan vaksin ini dapat menghindarkan seseorang untuk terkena Covid-19 dengan gejala berat.

Vaksin influenza termasuk yang harus disuntik secara rutin setiap tahun. Jika vaksin Covid-19 ditemukan, orang yang harus diprioritaskan pertama kali adalah tenaga kesehatan, orang dengan penyakit penyerta, dan yang aktif beraktivitas.

(Baca: Vaksin Influenza Efektif Mencegah Infeksi dan Komplikasi Virus Influenza)

Dia menjelaskan membuat vaksin itu sangat sulit dibandingkan dengan menciptakan obat baru. Alasannya, karena vaksin ini diperuntukkan mencegah virus masuk ke dalam tubuh orang sehat.

Prinsip yang selalu dikedepankan oleh para ilmuan dalam membuat vaksin adalah keamanan itu nomor satu. Uji coba awal, sebuah calon vaksin biasa dilakukan pada hewan.

Setelah itu, baru uji klinis terhadap manusia dengan jumlah secara bertahap, mulai dari puluhan, ratusan, dan ribuan. Produksi vaksin merupakan proses bioteknologi yang sangat complicated, mulai dari virus atau bakteri ditumbuhkan dan dipanen, hingga diformulasikan.

“Dalam keadaan normal membuat vaksin membutuhkan 10-15 tahun. Semua aman dan efektif. Sekalipun dipercepat, prinsipnya tidak bisa ditawar, yakni keamanan. Tidak bisa 3 bulan kelar. Paling tidak 6 bulan hingga 1 tahun,” pungkasnya.

(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
Sikapi Penyakit Super...
Sikapi Penyakit Super Flu di Indonesia, Menkes: Tak Mematikan seperti Covid-19
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Dukung Program Prabowo,...
Dukung Program Prabowo, Korpri Luncurkan Program 1 Juta Vaksin untuk ASN
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Jangan Anggap Sepele!...
Jangan Anggap Sepele! Flu Singapura pada Anak Bisa Picu Radang Otak dan Kelumpuhan
Habis Covid-19, Muncul...
Habis Covid-19, Muncul Hantavirus: Ini Daftar 5 Perusahaan Vaksin yang Untung Besar-besaran
Rekomendasi
Mohamed Salah Cedera,...
Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
HGI Jakarta Domino Tournament...
HGI Jakarta Domino Tournament 2026, Ribuan Peserta Ramaikan Olahraga Pikiran
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved