AS Inginkan Prabowo Mengimbangi Pengaruh China di Indonesia

Jum'at, 16 Oktober 2020 - 09:01 WIB
loading...
AS Inginkan Prabowo...
Setelah sekian lama, Prabowo Subianto dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan akhirnya bisa ke AS memenuhi undangan resmi Pemerintah AS. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) telah mencabut larangan masuk bagi Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto masuk Negeri Paman Sam itu. Prabowo bertolak ke AS memenuhi undangan Menteri Pertahanan Mark Esper dan dijadwalkan melakukan pertemuan penting dengan sejumlah pejabat Pentagon, termasuk Kepala Staf Gabungan Mark Milley.

Pengamat Politik dari Fisip Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara berpendapat setidaknya ada tiga makna penting soal kunjungan Prabowo ke AS tersebut. "Pertama, becik ketitik olo ketoro. Otomatis segala tuduhan miring terhadap mantan Danjen Kopassus itu pupus," ujar Igor lewat keterangan tertulis kepada SINDOnews, Jumat (16/10/2020).

(Baca: Pentagon Siap Gelar Karpet Merah Sambut Kedatangan Menhan RI Prabowo)

Prabowo dituding melakukan pelanggaran HAM dan dilarang masuk AS di masa Presiden Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama. Prabowo juga dituduh melakukan penculikan aktivis mahasiswa dalam aksi kerusuhan Mei 1998 yang menumbangkan Presiden Soeharto.

"Kehadiran Prabowo di AS saat ini membuktikan bahwa segala tuduhan tersebut basi dan tidak benar. Keputusan Kementerian Luar Negeri AS memberi visa dan mencabut larangan terhadap Prabowo Subianto sudah tepat," ujar Direktur Survey dan Polling Indonesia (SPIN) ini.

Dia menilai kunjungan Prabowo akan memperkuat hubungan bilateral AS-Indonesia dan kerjasama militer kedua negara. "Kedua, kehadiran Prabowo Subianto di AS akan meningkatkan political standing dan repositioning-nya dalam konfigurasi politik di Indonesia menjelang 2024. Praktis saat ini tidak ada kasus hukum yang melibatkan Prabowo Subianto," tuturnya.

Dia mengatakan, tidak mungkin pemerintah AS sembarangan mengundang pejabat tinggi suatu negara untuk datang sebagai agenda kunjungan resmi kenegaraan. Prabowo adalah salah satu tokoh politik nasional yang punya pengikut dan simpatisan cukup banyak di Indonesia.

(Baca: Tudingan Prabowo Asing Biayai Demo UU Cipta Kerja Bisa Bikin Investor Takut)

"Kunjungan Prabowo mengindikasikan sinyal kuat AS akan meng-endorse Prabowo pada Pemilu 2024. AS juga butuh kerjasama dengan Indonesia sebagai balance of power kedekatan Indonesia dengan Tiongkok, serta mendukung freedom of navigation di Laut Cina Selatan," imbuhnya.

AS juga berkepentingan agar Indonesia membeli peralatan militer AS, seperti pesawat tempur F-35 ketimbang Sukhoi dari Rusia. Ketiga, Indonesia adalah negara paling strategis di kawasan Asia Tenggara. Kata Igor, Sejarah membuktikan bahwa salah satu kesuksesan pemimpin Indonesia adalah karena mendapat dukungan kuat dari negara besar.

"Ini fakta. Sebelumnya, Prabowo juga diundang dan diterima oleh negara-negara besar lainnya, seperti Tiongkok, Rusia, Prancis, dan Jepang. Tidak bisa disangkal bahwa hal ini menunjukan kapasitas Prabowo yang memang sangat diperhitungkan sebagai figur pemimpin Indonesia yang akan datang," ujar dia.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Canda Prabowo ke HIPMI:...
Canda Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Indonesia Banyak Dosanya
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Prabowo Resmi Lantik...
Prabowo Resmi Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Rekomendasi
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
DBL Gandeng Partner...
DBL Gandeng Partner Anyar untuk Dorong Pengembangan Talenta Muda Indonesia
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Berita Terkini
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved