Gubes IPDN Ungkap 4 Alasan Pilkada Harus Tetap Dilaksanakan Langsung

Rabu, 14 Oktober 2020 - 13:29 WIB
loading...
Gubes IPDN Ungkap 4...
Guru Besar IPDN Djohermansyah Djohan menyebutkan ada empat argumen mengapa pilkada harus dilakukan secara langsung. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Djohermansyah Djohan menyebutkan ada empat argumen mengapa pilkada harus dilakukan secara langsung. Pertama, pilkada itu untuk pendalaman demokrasi.

Jadi demokrasi tidak hanya terjadi di level nasional, tetapi turun ke tingkat lokal. Rakyat berdaulat dan bebas menentukan pemimpin daerahnya.

Kedua, pilkada langsung diharapkan melahirkan pemimpin daerah yang kompeten, berintegrasi dan tidak korup. Ketiga, pemerintah daerah berjalan efektif dan efisien.

(Baca: Pilkada lewat DPRD Uangnya Borongan, Pilkada Langsung Itu Eceran)

“Pemda menjalankan tata kelola yang baik. Pemdanya jangan memberikan layanan buruk, berbelit, dan birokratis,” ujarnya dalam Konferensi Nasional Ilmu Sosial dan Politik, Rabu (14/10/2020).

Terakhir, pemimpin daerah yang dipilih melalui pilkada dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat menginginkan perekonomian tumbuh, layanan pendidikan dan kesehatan meningkat. Menurut Djohermansyah, kalau tidak tercapai, ada masalah dengan sistem pilkada yang ada saat ini.

Pelaksanaan pilkada serentak di 270 daerah pada tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Sebab, diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19. Djohermansyah memperingatkan pilkada ini bisa menjadi klaster baru penyebaran virus Sars Cov-II.

Petahana yang akan maju mungkin dalam masa persiapan kemarin konsentrasinya sudah terpecah. Di satu sisi, dia harus mengurusi pandemi Covid-19 yang melanda daerahnya. Di sisi lain, dia ingin merengkuh kembali singgasananya sebagai kepala daerah.

“Kemudian, berkembang kecenderungan golput. Orang takut ke bilik suara, takut terinfeksi sehingga tidak memilih. Pemilihan kita belum mandatory, belum wajib,” paparnya.

(Baca: Cerita Sejarah Pilkada, Mahfud MD: Era Reformasi DPRD Pilih Kepala Daerah dengan Uang)

Politik uang pun diprediksi meningkat. Apalagi ekonomi masyarakat sedang tidak baik. Mereka akan mudah tergoda dengan tawaran uang atau sembako yang kerap merajalela di pilkada.

Djohermansyah pesimis target partisipasi masyarakat yang dicanangkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebanyak 75 persen bisa tercapai. Masyarakat khawatir dengan keselamatan jiwanya karena adanya pandemi Covid-19.

Partisipasi kemungkinan akan menurun. “Karena tingkat partisipasinya turun, di mata masyarakat dia tidak tidak dipilih. Jumlah sangat kecil itu mengakibatkan kepemimpinan kepala daerah terpilih cenderung tidak efektif,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
Guru Besar Universitas...
Guru Besar Universitas Jayabaya Tekankan Pentingnya Pergeseran Paradigma dalam Hukum Kepailitan
Guru Besar Unpad Terseret...
Guru Besar Unpad Terseret Dugaan Pelecehan Seksual Verbal
Ketum Peradi Profesional...
Ketum Peradi Profesional Jadi Ketua Senat Sidang Terbuka Pengukuhan Prof Yuhelson sebagai Guru Besar
Lili Romli Nilai Buku...
Lili Romli Nilai Buku Ilmu Politik Boni Hargens Layak Jadi Referensi
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Sosok Prof Jhanghiz...
Sosok Prof Jhanghiz Syahrivar, Alumni President University Jadi Guru Besar Termuda
President University...
President University Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Perkuat Kualitas Akademik dan Riset
Rekomendasi
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
4 Alasan NATO Bisa Runtuh...
4 Alasan NATO Bisa Runtuh Seperti Balon yang Bocor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved