Mensos Ajak Warga Gotong Royong dan Saling Berbagi
Rabu, 06 Mei 2020 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
"Pak Gubernur Anies mengakui data penerima sama persis yang dipakai bansos sembako Presiden dengan bansos dari DKI Jakarta. Padahal, kesepakatan awal data penerima bansos sembako dan bansos dari Pemprov DKI itu penerimanya beda," tandasnya.
Lebih jauh Mensos menandaskan, bahwa di level grassroot ada semangat gotong royong dan berbagi karena yang kena dari dampak pandemi Covid-19 itu jutaan warga, sementara bansos yang tersedia jumlahnya terbatas.
"Saya sudah keliling sebelum di titik yang ke-14 ini, dan bertanya kepada warga yang menerima bantuan agar mau berbagi dan gotong royong dan mereka bersedia serta berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Jadi, kepada lurah dan camat agar mengajak warganya saling berbagi tanpa harus gontok-gontokan soal data," ungkap Mensos.
Ke depan, untuk tahap selanjutnya sepakat dengan gubernur untuk memasukan dari usulan RT dan RW akan dimasukan, termasuk dari komunitas-komunitas tertentu yang belum mendapat bansos sembako.
"Jadi, untuk penyaluran bansos sembako tahap 1 dan 2 masih menggunakan data sebelumnya, tapi untuk tahap selanjutnya akan menggunakan data baru (fresh) ditambah dengan usulan dari RT dan RW, agar bansos sembako lebih terasa lagi," katanya.
Lebih jauh Mensos menandaskan, bahwa di level grassroot ada semangat gotong royong dan berbagi karena yang kena dari dampak pandemi Covid-19 itu jutaan warga, sementara bansos yang tersedia jumlahnya terbatas.
"Saya sudah keliling sebelum di titik yang ke-14 ini, dan bertanya kepada warga yang menerima bantuan agar mau berbagi dan gotong royong dan mereka bersedia serta berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Jadi, kepada lurah dan camat agar mengajak warganya saling berbagi tanpa harus gontok-gontokan soal data," ungkap Mensos.
Ke depan, untuk tahap selanjutnya sepakat dengan gubernur untuk memasukan dari usulan RT dan RW akan dimasukan, termasuk dari komunitas-komunitas tertentu yang belum mendapat bansos sembako.
"Jadi, untuk penyaluran bansos sembako tahap 1 dan 2 masih menggunakan data sebelumnya, tapi untuk tahap selanjutnya akan menggunakan data baru (fresh) ditambah dengan usulan dari RT dan RW, agar bansos sembako lebih terasa lagi," katanya.
Lihat Juga :