Edukasi dan Sikap Kritis adalah Kunci Melawan Informasi Bohong soal COVID-19
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Terkait informasi bohong mengenai vaksin, Henri menjelaskan pemerintah harus mengedukasi masyarakat secara masif. Masyarakat, menurutnya, harus diberikan pemahaman bahwa vaksin bukan menjaga dirinya sendiri, melainkan seluruh keluarga dari penyakit.
“Kalau kena satu nanti keluarga terdekatnya juga. Ini harus menyentuh kebutuhan langsung mereka. Masyarakat akan lebih mudah dijelaskan dengan menggunakan bahasa mereka,” tuturnya.
Dia mengakui informasi bohong di Indonesia menyerang industri vaksin, masker, dan rumah sakit. Mereka dianggap memperoleh keuntungan dari pandemi COVID-19. Isu itu yang membuat ketidakpercayaan terhadap pelayanan kesehatan. (Baca juga: Dinyatakan Negatif COVID-19, Xherdan Shaqiri Siap Bela Swiss)
“Padahal kalau dokter atau RS bohong dan menipu pasien tidak COVID-19, tetapi di-covid-kan lalu ketahuan itu melanggar kode etik. Dalam IDI, dokter bisa tidak boleh praktek lagi. Artinya sanksinya berat. Enggak mungkin ada pelanggaran sama-sama. Ini kontrolnya banyak sekali,” pungkasnya.
“Kalau kena satu nanti keluarga terdekatnya juga. Ini harus menyentuh kebutuhan langsung mereka. Masyarakat akan lebih mudah dijelaskan dengan menggunakan bahasa mereka,” tuturnya.
Dia mengakui informasi bohong di Indonesia menyerang industri vaksin, masker, dan rumah sakit. Mereka dianggap memperoleh keuntungan dari pandemi COVID-19. Isu itu yang membuat ketidakpercayaan terhadap pelayanan kesehatan. (Baca juga: Dinyatakan Negatif COVID-19, Xherdan Shaqiri Siap Bela Swiss)
“Padahal kalau dokter atau RS bohong dan menipu pasien tidak COVID-19, tetapi di-covid-kan lalu ketahuan itu melanggar kode etik. Dalam IDI, dokter bisa tidak boleh praktek lagi. Artinya sanksinya berat. Enggak mungkin ada pelanggaran sama-sama. Ini kontrolnya banyak sekali,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :