Cegah Informasi Bohong, Intensifkan Edukasi Covid-19
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
Media massa, menurut Henri, memiliki mekanisme verifikasi informasi dan memiliki penanggung jawab seperti pemimpin redaksi. Sementara itu medsos tidak ada yang bertanggung jawab. Bahkan tidak sedikit penyebar informasi bohong menggunakan akun anonim. (Baca juga: Miris, UU Cipta Kerja Tempatkan Pendidikan Sebagai Komoditas yang Diperdagangkan)
“Hoaks itu ada yang sengaja dibuat. Ada yang tanpa sengaja karena biasa sendiri dan interpretasi. Hoaks sengaja dibuat untuk memanipulasi pemahaman masyarakat sehingga keliru,” papar lulusan Universitas Islam Indonesia (UII), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.
Dalam pandemi corona, berdasarkan pemantauannya, informasi bohong yang banyak beredar adalah mengenai asal-usul Covid-19 . Kemudian ada juga masyarakat yang tidak percaya dokter, rumah sakit, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Kementerian Kesehatan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di rumah sakit.
Pada kesempatan itu Henri memberikan tips agar masyarakat tidak mudah percaya atau terhasut informasi bohong. Pertama, masyarakat harus skeptis dan kritis terhadap keyakinan sendiri dan jangan menganggap selalu benar sendiri.
Kedua, melakukan check and recheck. Setiap memperoleh informasi yang meragukan sebaiknya ditanyakan kepada ahlinya. (Baca juga: Pandemi, Jangan Stop Vaksin Anak)
“Hoaks itu ada yang sengaja dibuat. Ada yang tanpa sengaja karena biasa sendiri dan interpretasi. Hoaks sengaja dibuat untuk memanipulasi pemahaman masyarakat sehingga keliru,” papar lulusan Universitas Islam Indonesia (UII), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.
Dalam pandemi corona, berdasarkan pemantauannya, informasi bohong yang banyak beredar adalah mengenai asal-usul Covid-19 . Kemudian ada juga masyarakat yang tidak percaya dokter, rumah sakit, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Kementerian Kesehatan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 di rumah sakit.
Pada kesempatan itu Henri memberikan tips agar masyarakat tidak mudah percaya atau terhasut informasi bohong. Pertama, masyarakat harus skeptis dan kritis terhadap keyakinan sendiri dan jangan menganggap selalu benar sendiri.
Kedua, melakukan check and recheck. Setiap memperoleh informasi yang meragukan sebaiknya ditanyakan kepada ahlinya. (Baca juga: Pandemi, Jangan Stop Vaksin Anak)
Lihat Juga :